Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Wikikopi Sekolah Koperasi Pertanian dari Yogyakarta

Irawan Nugroho
17 June 2019 | 10:53
rubrik: Nusantara
Wikikopi Sekolah Koperasi Pertanian dari Yogyakarta

Kelas Wikikopi

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Yogyakarta – Ingin sekolah koperasi, cobalah ke Wikikopi. Wikikopi adalah sekolah koperasi yang ada di Yogyakarta. Namun jangan membayangkan Wikikopi seperti sekolah formal dengan ruang- ruang kelas. Ia merupakan sebuah sekolah berpikir yang terletak di sebuah kios di pojokan lantai 2, Pasar Kranggan, Yogyakarta.

Yang menarik dari pojokan di pasar Kranggan tersebut adalah mampu membentuk orang-orang dengan dengan kemampuan soft skill seperti kepemimpinan, manajemen, komunikasi, demokrasi. Medianya adalah kopi. Wikikopi merupakan besutan dari Koperasi Edukarya Negeri Lestari (KEN8) yang bermarkas di Yogyakarta. Kios Wikikopi di Pasar Kranggan itu sekaligus sebagai kantor KEN8.

Fokus di Pendidikan Komoditas Pertanian

Koperasi yang dinakhodai Tauhid Aminulloh, lahir tahun 2014 dengan fokusnya pendidikan komoditas pertanian. Saat ini ada tiga komoditas yang tengah dikembangkan, yakni kopi, teh dan kakao.

Koperasi ini dirintis oleh Tauhid dan teman-temannya dengan idealisme sebagai wadah belajar bersama.

“Pengetahuan itu adalah milik publik, bukan bisnis sehingga harus dibagikan kepada siapa saja yang membutuhkan. Sedangkan, produk dari pengetahuan tersebut yang memiliki nilai bisnis,” kata Tauhid, Jumat (14/6).

Model belajar yang diterapkan disebut dengan residensi. Orang-orang yang ikut dalam setiap kelas residensi mendapatkan empat program, yakni kekoperasian, manajemen pengetahuan, nalar dan hidup petani, manajemen proyek dan komunikasi bisnis. Mulai dari mahasiswa, pekerja, petani atau siapa saja yang tertarik belajar bisa bergabung dalam forum ini.

Gunakan Media Kopi

Karena medianya adalah kopi sehingga peserta akan mendapatkan pengetahuan tentang kopi, mulai dari cara mengenal kopi, pengetahuan mengolah kopi, manajemen kafe dan sebagainya. Tapi, ditekankan, kelas residensi bukan kelas pelatihan ketrampilan tetapi membentuk pola pikir sekaligus juga mendapatkan pengetahuan tentang konsep kolaborasi atau kerja sama sesuai prinsip koperasi.

See also  800 Pesantren Ikuti Kompetisi Liga Santri Nusantara 2019

“Kita juga mengenalkan kepada para peserta tentang konsep kerja bersama dan mengajak mereka untuk berkoperasi,” kata Tauhid yang adalah lulusan Fakultas Hukum UGM.

Ia mengatakan KEN8 juga menjalin kerja sama dengan enam koperasi petani kopi, yakni di Papua, Jambi, Toraja, tiga koperasi di NTT. Kerja sama ini sudah terjalin jauh sebelum koperasi dibentuk.

Tauhid menceritakan, di tengah hingar bingar industri kopi, petani kopi justru dibelit permasalahan pelik yang disebabkan ketiadaan pengetahuan tentang komoditas yang ditanamnya.

Petani kopi mendapatkan harga jual yang sangat rendah, adanya praktik tengkulak, mata rantai distribusi yang cukup panjang. Tidak adanya pengetahuan membuat petani tidak punya daya tawar.

“Bahkan petani kopi tidak mengerti tentang kopi yang mereka tanam, bagaimana kualitasnya, penanganan pasca panen. Petani tidak paham dengan nilai jual, nilai kualitas dan daya tawar,” jelas Tauhid.

Oleh fakta tersebut, mereka berbagi pengetahuan terhadap petani. Ia mencontohkan bagaimana terbelakangnya pengetahuan para petani kopi di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. “Petani hanya menjual produknya dalam bentuk cherry bean ke tengkulak, padahal masih bisa diolah menjadi green bean agar harga semakin baik,” kata Tauhid.

Dengan menjual dalam bentuk cherry bean, kopi petani hanya dihargai Rp 2500/kg. Setelah mendapat edukasi, petani mulai bisa mengolah dan menjual dengan harga Ro 80 ribu/kg green bean ke koperasi.

Selain kopi, KEN8 juga tengah mengembangkan forum belajar untuk komoditas teh lewat unit Wikiti.

Model Platform

Sebagai koperasi, Tauhid menegaskan KEN8 adalah organisasi profit. Karena itu, KEN8 membangun bisnis yang disebut dengan model platform. Platform kemudian dikembangkan menjadi unit bisnis.

Ada dua unit bisnis yang sudah berjalan yaitu kafe Antologi dan kafe Silamo. Kedua unit bisnis ini bentuknya joint venture. Tetapi, saham koperasi di kedua bisnis itu kepakaran bukan dalam kapital. Karena itu, KEN8 disebutnya sebagai koperasi kepakaran.

See also  Solo Keroncong Festival 2022 Jadi Ajang UMKM Berkreasi dan Berinovasi

“Anggota-anggota koperasi terlibat dalam bisnis berdasarkan kepakarannya,” kata Tauhid. KEN8 sangat berbeda dari koperasi formal lainnya. Koperasi ini tidak membagi sisa hasil usaha (SHU), keuntungan ekonomi anggotanya bersumber dari unit bisnis. Tauhid mengatakan mereka memilih badan hukum koperasi karena lewat koperasi ada demokrasi ekonomi untuk kesejahteraan bersama.*

 

Tags: koperasi yogyakartakopi nusantarawikikopi
Previous Post

Saat Kita Lupa dan Ragu Jumlah Rakaat Shalat, Ini yang Harus Dilakukan

Next Post

Utusan Khusus Presiden RI Bahas Islam Wasatiyyah di Vatikan

Comments 1

  1. Sa'diyah says:
    5 years ago

    Apakah program ini berbayar? Boleh minta deskripsi biasanya?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks