MADANINEWS.ID, JAKARTA — Mandi untuk menghadiri salat Jumat itu termasuk aktivitas yang sangat disunahkan. Bahkan seseorang yang tidak sempat melakukan mandi Jumat disunahkan menggantinya dengan wudu. Adapun niat mandi sunah salat Jumat adalah sebagai berikut.
نويت الغسل لحضور صلاة الجمعة سنة لله تعالى
Nawaitul ghusla li hudhuri shalatil Jum‘ati sunnatan lillahi ta‘ala
Saya niat mandi sunah untuk menghadiri salat Jumat karena Allah Swt.
Terkait keutamaan melakukan mandi sunah Jumat, Syekh Abu Bakar Syatha dalam I’anatut Thalibin mengutip beberapa hadis mengenai keutamaan melakukan mandi Jumat.
عن ابن عمر وأنس بن مالك – رضي الله عنهم – قالا: قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم -: إن تحت العرش مدينة – وقال القرطبي في تفسيره سبعين مدينة – مثل الدنيا سبعين مرة، مملوءة من الملائكة كلهم يقولون: اللهم اغفر لمن اغتسل يوم الجمعة وأتى الجمعة.
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar dan Anas bin Malik yang menceritakan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Di bawah Arasy itu terdapat sebuah kota. Dalam tafsir al-Qurtubi disebutkan terdapat tujuh puluh kota yang kota tersebut seukuran tujuh kali besarnya dunia yang dihuni malaikat. Semua malaikat itu berdoa, “Ya Allah, ampunilah orang yang mandi pada hari Jumat dan menghadiri salat Jumat.
Dalam kutipan lain, Syekh Abu Bakar Syatha mengutip hadis berikut.
وقال – صلى الله عليه وسلم -: إن الغسل يوم الجمعة ليسل الخطايا من أصول الشعر استلالا. رواه الطبراني.
Nabi saw. bersabda, “Mandi pada hari Jumat itu benar-benar merontokkan dosa-dosa kecil dari pori-pori (kulit) rambut.
Waktu Terbaik melakukan Mandi Jumat
Mengenai waktu disunahkannya mandi Jumat, Syekh Abu Bakar Syatha mengatakan demikian:
وقت الغسل كائن بعد طلوع فجر، أي صادق، فلا يجزئ قبله، لأن الأخبار علقته باليوم، كقوله – صلى الله عليه وسلم -: من اغتسل يوم الجمعة ثم راح في الساعة الأولى.
Waktu mandi Jumat itu (disunahkan) setelah fajar sidik terbit. Karena itu, sebelum fajar sidik terbit, mandi salat Jumat tidak dianggap. Hal ini karena beberapa hadis mengaitkan waktu mandi Jumat dengan kata al-yaum yang berarti ‘hari’, sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Orang yang mandi pada hari Jumat kemudian bersegera berangkat pada waktu awal …”
وقيل وقته من نصف الليل، كالعيد
Namun, terdapat juga pendapat yang mengatakan bahwa kesunahan mandi Jumat sudah bisa dilakukan sejak pertengahan malam, seperti halnya mandi sunah salat Id.
Sementara itu, Syekh Ibrahim al-Bajuri dalam Hasyiyah al-Bajuri berpendapat bahwa mandi Jumat menjelang berangkat ke masjid itu lebih utama.
وتقريبه من ذهابه أفضل لأنه أبلغ في المقصود من انتفاء الرائحة الكريهة حال الاجتماع
Beredekatannya mandi Jumat menuju ke masjid itu lebih utama, karena hal tersebut lebih mengena pada tujuan mandi tersebut, yaitu menghilangkan bau tak sedap ketika berkumpul (di masjid).
Dari beberapa keterangan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa mandi sunah salat Jumat itu dapat dilakukan semenjak mendekati waktu Subuh, yaitu ketika fajar sidik sudah terbit. Oleh karena itu, hal ini bisa menjadi solusi bagi seseorang yang misalnya beraktivitas kerja di luar rumah yang tidak memungkinkan mandi di kantor. Namun, bagi yang memungkinkan mandi mendekati berangkat salat Jumat ke masjid, itu lebih baik. Bila ingin berangkat ke masjid pukul 10.30, orang tersebut sebaiknya mandi sunah Jumat sekitar pukul 10.00.
