Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Terkait Dilaporkannya Said Aqil, PBNU Melihat Kampanye Khilafah Masih Masif di Tahun Politik

Abi Abdul Jabbar Sidik
21 March 2019 | 10:41
rubrik: Nusantara
Terkait Dilaporkannya Said Aqil, PBNU Melihat Kampanye Khilafah Masih Masif di Tahun Politik

Ketua PBNU bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan Robikin Emhas. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta–Ketum PBNU Said Aqil Siroj dilaporkan ke polisi atas pernyataannya soal kelompok radikal dalam salah satu segmen wawancara. PBNU mengaku masih mempelajari inti laporan dari Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi).

“Saya baru membaca berita di media. Belum tahu persis apa materi laporan polisinya. Apakah materi yang dilaporkan masuk dalam ranah kepemiluan atau jurnalistik. Dalam negara hukum, seluruh tindakan harus bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Apakah itu tindakan warga negara atau penyelenggara negara,” ujar Ketua PBNU bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan Robikin Emhas dalam keterangannya, Kamis (21/3).

Dirinya meyakini, polisi akan bersikap profesional dalam menangani laporan tersebut. Ia juga mengimbau semua pihak mempercayakan penanganan kasus kepada pihak kepolisian.

Selain itu, terkait radikalisme dan sikap intoleran di Indonesia. Menurutnya, kampanye khilafah masih sering ditemui bahkan dalam tahun politik saat ini.

“Terkait adanya radikalisme yang ditandai sikap intoleran, berbagai hasil survei sudah melansir hal itu. Bahkan gamblang diketahui publik adanya kampanye khilafah yang cukup marak sebelum HTI badan hukumnya dicabut. Kampanye khilafah itu bahkan masih dijumpai dalam tahun politik sekarang ini, di media sosial,” ungkapnya.

Robikin mengajak semua elemen bangsa menjaga keutuhan NKRI. Menurut Robikin, agama dan negara merupakan dua hal yang tidak perlu dipertentangkan.

“Merupakan kewajiban segenap komponen bangsa untuk menjaga keutuhan NKRI, baik keutuhan teroterial, sumber daya alam, maupun budayanya. Khilafah yang hendak menghapus sekat-sekat bangsa dan negara adalah ancaman nyata terhadap keutuhan NKRI,” terangnya.

“Bagi NU, agama dan negara tidak perlu dipertentangkan. Keduanya bisa saling mengisi, bisa harmonis. NU mengharmoniskannya dengan jargon hubbul wathon minal iman, nasionalisme adalah bagian dari agama. Kiai Said Aqil, NU, dan kita semua layak terus mengkampanyekannya. Agar cita-cita didirikannya Indonesia dapat kita wujudkan bersama,” pungkasnya. Tio/Kontributor.

See also  Dompet Dhuafa Dorong Kepeduliaan Milineal Melalui Jakarta Humanity Festival 2019
Previous Post

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Next Post

Jamaah dan TPHD yang Pernah Berhaji Dikenai Biaya Visa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks