MADANINEWS.ID, Jakarta–Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan arahan dalam rapat dewan pimpinan MUI Selasa, (8/1) lalu. Hal itu dalam rangka menghadapi pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres) bulan april yang akan datang
Sekretaris Jenderal (Sekjend) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan, masing-masing anggota pimpinan dipersilahkan saja untuk mendukung, memperjuangkan dan memilih salah satu calon atau paslon yang disukai dan didukungnya tetapi jangan membawa nama organisasi MUI.
“Hal ini, agar solidaritas diantara pimpinan MUI tetap dapat terjaga dan terpelihara maka di dalam memperjuangkan dan menyalurkan aspirasinya seluruh personalia pimpinan MUI agar tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan atau persatuan dan kesatuan,” ujarnya Kamis (10/1).
Untuk itu, kata Anwar MUI mengimbau kepada para anggota pimpinan dan kepada semua pihak untuk saling menghormat dan tidak saling jelek menjelekkan antara satu dengan lainnya agar jangan sampai terjadi kontestasi yang diselenggarakan satu kali dalam lima tahun ini akan merusak hubungan persaudaraan yang harus dan wajib dibangun dan dipertahankan untuk selama-lamanya.
“Dalam pileg dan pilpres ini tauhidul ummah dan atau persatuan dan kesatuan umat tetap dapat terjaga dan terpelihara maka, seluruh personal pimpinan MUI harus bisa membangun dan mengembangkan sikap tawadud dan tarohum atau sikap saling mencintai dan saling menyayangi di kalangan umat dan warga bangsa,” ungkapnya.
Selain itu, juga dapat menjauhkan sikap taghadhub dan tahasud atau saling marah, membenci agar persatuan kesatuan diantara umat dan warga bangsa di negeri tetap terjaga dan terpelihara sehingga pembangunan yang kita jalankan dapat terselenggara sesuai dengan yang diharapkan. Tio/Kontributor.