Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

KAMMI Khawatir Dana Pembangunan LRT Sulit Dikembalikan

Abi Abdul Jabbar Sidik
16 January 2019 | 13:50
rubrik: Nusantara
PP KAMMI Minta Semua Pihak jaga Kondusifitas Menjelang Pilpres

ketua Umum KAMMI Irfan Ahmad Fauzi . (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta– Pembangunan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) yang menghubungkan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) memdapat tanggapan dari beberapa pihak. Salah satunya dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

KAMMI menilai proyek ini terlalu mahal dan khawatir pemerintah kesulitan mengembalikan dana yang berasal dari hutang itu.

“Kami heran kenapa proyek ini sangat mahal hingga mencapai 637 M perkilometrnya, padahal proyek ini bukan hanya berada di Jakarta tetapi di depok dan bogor juga yang biaya pembebasan lahannya relatif lebih murah” kata Ketua Umum KAMMI Irfan Ahmad Fauz dalam keterangan tertulisnya kepada media, Rabu (16/1).

“Kami khawatir pemerintah sulit mengembalikan dana dari hutang ke sejumlah bank tersebut dalam eaktu singkat, apalagi kalau tidak salah juga meminjam dari luar negeri” tambah Irfan.

Menurut Irfan, pembangunan dengan biaya sangat mahal ini bisa berdampak buruk LRT sendiri. Bahkan menurutnya, LRT terancam tidak dapat beroperasi seterusnya.

“bahkan bisa jadi LRT tidak dapat beroperasi lama karena dengan pembangunan yang mahal otomatsi nantinya tarif penumpangnya juga mahal, kalau mahal orang tidak mau naik dan uang tida berputar, darimana LRT akan membiayai operasionalnya?” Tanya Irfan.

Lebih lanjut kata Irfan, banyak tokoh yang mengatakan pembangunan LRT ini mahal dan tidak tepat dalam pembangunan lokasinya.

“Seperti misalnya lintasan LRT yang bukan di kota, kenapa tetap dibangun melayang (elevated)? Kan bisa non elevated yang lebih murah. Juga seperti pembangunan di dekat tol, untuk apa LRt bersebelahan dengan jalan tol, inikan fungsinya jadi sia-sia” tandas Irfan. Tio/Kontributor.

See also  Pegadaian Syariah Catatkan Kinerja Positif Sepanjang 2022
Previous Post

DMI Ajak Pemuda Muhammadiyah Jaga Demokrasi

Next Post

Muhammadiyah: Substansi Koperasi Syariah Penting di RUU Perkoperasian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks