Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Indonesia Perlu Merevisi Strategi Pariwisata Halal di tahun 2019

Abi Abdul Jabbar Sidik
8 January 2019 | 11:54
rubrik: Wisata Halal
Indonesia Perlu Merevisi Strategi Pariwisata Halal di tahun 2019
Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Ketua tim percepatan pengembangan pariwisata halal, Riyanto Sofyan mengatakan Indonesia perlu merevisi strategi untuk meningkatkan pariwisata halal pasca di tahun 2018 lalu, sektor pariwisata halal sempat menurun.

“Sejauh ini kita telah bergantung kepada banyak pada data roadmap yang dibuat berdasarkan penelitian sekunder dan menggunakan juga menggunakan proyeksi, jika kita dapat melihat data yang diambil langsung dari konsumen dan riset utama, pemain industri ini akan yakin tentang seberapa besar potensi pasar halal travel tersebut,” kata Sofyan, seperti dilansir Salaam Gateaway belum lama ini.

Sektor-sektor yang turun di pariwisata halal pada 2018 termasuk kontribusi valuta asing untuk PDB, jumlah hotel bersertifikat halal, dan juga dari sektor tenaga kerja.

Sektor tersebut turun sekitar 4-5 persen dari target 25 persen kontribusi pariwisata total valuta asing terhadap angka PDB, dengan total sekitar 5 milyar dolar AS di tahun lalu.

“Industri tenaga kerja yang berdedikasi hanya sekitar 536,693, jauh di bawah tujuan awal yaitu sebanyak 805,039, yang akan mewakili 20.14 persen dari total buruh pariwisata,” tambah Sofyan.

Selain itu, lebih dari 800.000 masjid lintas negara sangat membutuhkan fasilitas wudu tetapi banyak yang belum tersedia.

Reformulasi Strategi

Otoritas Pariwisata Halal Indonesia harus pindah pemasaran dari destinasi konvensional ke destinasi halal travel.

“Kita harus fokus pada pasar muslim seperti negara Malaysia, Pakistan, dan kami akan kembali membuat peta target pasar, tim juga terus belajar mengenai fokus digital untuk sektor ramah muslim, kami tidak mendesain pemasaran digital dan platform untuk pariwisata halal, yang sama sekali berbeda untuk pariwisata konvensional,” kata Sofyan.

Dia mengakui, ketika tim halal pariwisata mulai bekerja pada Maret 2016, dan menjadikan Lombok populer sebagai tulang punggung pariwisata ramah Muslim Indonesia, tetapi sayangnya terkena bencana alam.

See also  Indonesia Incar Posisi Sentral dalam Tren Global Pariwisata Halal

“Pada waktu tahun 2015, pengunjung muslim meningkat 40 persen menjadi 1,4 juta, tetapi sayang banyak bencana alam, terutama di Lombok, akhirnya membuat wisatawan muslim turun sekitar 100.000 per bulan,” kata Sofyan

Tags: Riyanto SofyanWisata Halal
Previous Post

Tak Semua Ibadah Harus Dilakukan di Masjid

Next Post

Imam Bukhari: Ahli Hadis yang Dirindukan Rasulullah SAW

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks