Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

MUI Desak Pemerintah Indonesia Tidak Tinggal Diam Terkait Nasib Muslim Uighur

Abi Abdul Jabbar Sidik
19 December 2018 | 11:01
rubrik: Nusantara
MUI Desak Pemerintah Indonesia Tidak Tinggal Diam Terkait Nasib Muslim Uighur

Waketum MUI Anwar Abbas (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta–Majelis Ulama Indonesia (MUI)  menyayangkan sikap semena-mena pemerintah tiongkok terhadap rakyat Uighur yang dinilai melanggar Hak Asasi.

“Kita menyadari bahwa masalah uighur adalah masalah dalam negeri tiongkok. Tapi itu bukan berarti pemerintah tiongkok  bisa bebas berbuat dan menginjak hak asasi rakyat uighur  yang mayoritas penduduknya beragama islam,” kata Sekjen MUI Anwar Abbas di Jakarta Rabu (19/12).

Menurutnya, kalau hal itu terjadi maka pemerintah indonesia tidak boleh tinggal diam dan harus angkat bicara karena dalam pembukaan UUD 1945. Karena kata dia sudah jelas dikatakan bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa oleh karena itu penjajahan dan atau pelanggaran hak asasi manusia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Jadi di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yang ada,  indonesia tidak boleh tinggal diam dan tidak peduli terhadap apa yang terjadi di negeri lain. Seharusnya Indonesia menjadi bangsa yang secara serius dan sungguh-sungguh untuk menegakkan dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam sila kedua pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya berpesan agar jangan takut untuk melakukan hal itu karena itu merupakan jati diri dan tugas suci sebagai bangsa. “Bahkan para the founding fathers kita sangat menyadari dan menyatakan bahwa Kita bukanlah bangsa yang berjuang hanya untuk kepentingan dirinya sendiri saja tapi juga untuk bisa memberi arti dan makna bagi bangsa dan negara lain,” pungkasnya.

Apalagi, dijelaskannya bahwa Indonesia sudah menyatakan bahwa politik luar negeri kita adalah bebas aktif. Ini artinya Indonesia tidak boleh tinggal diam, namun harus secara bebas dan aktif untuk menyuarakan dan memperjuangkan kebenaran dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan ini. Tio/Kontributor.

See also  Perkuat Akses Permodalan, BTM Bersinergi Dengan Bank Jateng Syariah
Previous Post

Loves Dompet Dhuafa Siapkan 200 Rumtara di Sulawesi Tengah

Next Post

Zakat Summit 2018 Akan Digelar FOZ

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks