Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Mengenal Sejarah Ka’bah, Kiblat Ummat Islam Seluruh Dunia

Abi Abdul Jabbar Sidik
2 January 2019 | 13:00
rubrik: Haji & Umrah
Mengenal Sejarah Ka’bah, Kiblat Ummat Islam Seluruh Dunia

Kabah. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA — Salah satu bangunan yang memiliki posisi penting dalam sejarah peradaban Islam ialah Ka’bah. Sebuah bangunan suci yang terletak di Makkah. Merujuk pada pemaknaan bahasa, Ka’bah berarti kubus. Karena itu, fisik Ka’bah menyerupai kubus. Dalam Ensiklopedi Islam tak disebutkan secara panjang dinding muka (yang terdapat pintu) dan dinding belakang masing-masing 12 meter.

Kedua belah sisinya masing-masng memiliki panjang 10,1 meter. Adapun tingginya 16 meter. Letak dinding itu membujur di sebelah barat laut, timur laut, barat daya, dan tenggara. Ini ber arti tiap sudutnya mengarah ke empat mata angin. Formasi seperti itu dimaksudkan agar bangunan tetap kokoh dan tidak runtuh apabila angin kencang menerjang.

Keempat sudut mempunyai nama sendiri-sendiri. Penamaan tersebut oleh orang Arab merujuk pada arah. Perinciannya sebagai berikut, sudut sebelah utara dinamakan Rukun Iraqi (arah Irak atau Mesopotamia), Rukun Yamani untuk sudut selatan (mengarah ke Yaman), Rukun Syami untuk arah selatan (Syam atau Suriah), dan Rukun Aswad (arah Hajar Aswad atau batu hitam).

Bila ditelusuri ayat-ayat Alquran, tidak ada petunjuk yang memastikan siapakah pendiri sejak awal bangunan Ka’bah, mulai dari fondasi hingga berbentuk bangunan utuh. Sebut saja, ayat ke-127 dari surah al-Baqarah. Ayat tersebut menyebutkan bahwa Ka’bah itu diper baiki oleh Nabi Ibrahim as dan putranya, Ismail as. Indikasi kuat lainnya juga terdapat pada surah Ibrahim ayat ke-37.

Ayat itu menjelaskan Ka’bah sudah ada pada waktu Nabi Ibrahim AS meninggalkan putranya, Ismail AS, di padang pasir tanah Arab. Tetapi, kebanyakan ahli tafsir sepakat, penafsiran ayat ke-127 surah al-Baqarah adalah penegas an bahwa pendiri Ka’bah ialah Ibrahim as dan Ismail AS. Demikian halnya dengan tafsir ayat ke-37 surah Ibrahim. Ulama tafsir maksud ayat itu ialah Nabi Ibrahim as meninggalkan keluarga nya di tempat yang akan dibangun Ka’bah di atasnya.

See also  Terungkap! Ilmuwan Beberkan Bukti Hajar Aswad Bukan Batu dari Bumi

Selain sebutan Ka’bah, bangunan tersebut mempunyai beragam penamaan yang disebutkan dalam Alquran. Nama-nama tersebut, yaitu Al Bait atau rumah (QS 3: 97), Al Bait Al Atiq berarti rumah kuno (QS 22: 29), Al Bait Al Haram atau rumah suci (QS 5: 3), Al Bait Al Ma’mur atau rumah yang disejahterakan dan dijaga (QS 52: 4), dan Al Bait Al Muharram, yaitu rumah yang disucikan (QS 14: 37). Pada tahun kedua Hijriah, Allah SWT menjadikan Ka’bah sebagai kiblat utama bagi umat Islam. Setelah sebelumnya, kiblat berada di Baitul maqdis, Palestina. Kisah ini diabadikan dalam surah Al-Baqarah ayat ke-144.

Sejak awal didirikan oleh Ibrahim— merujuk pada kesepakatan ahli tafsir tentang pendiri Ka’bah—, tercatat setidaknya lima kali perombakan dan penyempurnaan bangunan Ka’bah pe riode klasik.

Pertama, renovasi oleh suku Quraisy. Ketika itu, Ka’bah sempat terbakar oleh ulah seorang perempuan Quraisy yang membakar kemenyan. Peristiwa itu membuat bangunan Ka’bah rapuh. Oleh mereka bangunan tersebut dihancurkan kemudian dibangun kembali. Disebutkan, arsitektur yang dipercaya melaksanakan proyek tersebut ialah Baqum yang berkebangsaan Romawi.

Kedua, renovasi oleh Abdullah bin Zubair setelah kerusakan berat akibat penyerangan oleh bala tentara Bani Umayyah. Selain meninggikan Ka’bah, ia juga menambahkan sebuah pintu lagi di Ka’bah. Proses pembanguan itu rampung pada 649 Hijriah. Ketiga, pemugaran yang dilakukan oleh Al Hajjaj bin Yusuf Ats saqafi. Ia membangun kembali Ka’bah di atas fondasi semula yang dibangun oleh Quraisy.

Tags: KabahKiblat IslamSejarah Kabah
Previous Post

Melatih Anak Gemar Bersedekah

Next Post

Dompet Dhuafa Evakuasi Korban Longsor di Sukabumi

Comments 1

  1. Setiawati says:
    6 years ago

    Saya senang dengan informasi tentang bangunan ka’bah ini dan ingin informasi lebih lengkap dan akurat tentang perkembangan ka’bah secara update.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks