Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Rakernas MUI IV Usulkan Pembangunan Museum Moderasi Agama

Abi Abdul Jabbar Sidik
23 November 2018 | 14:11
rubrik: Nusantara
Share on FacebookShare on Twitter
MADANINEWS.ID, RAJA AMPAT — Usulan Pembangunan Museum Moderasi Agama di Papua muncul di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berlangsung di Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (23/11).
Hal itu mengemuka sebagai rekomendasi hasil penelitian keagamaan di Papua Barat dalam buku “Buku Moderasi Beragama Islam Berbasis Kearifan Lokal di Papua Barat”. Karya ini merupakan riset yang dilakukan selama tujuh bulan oleh Cahyo Pamungkas (LIPI), Sekretaris Komisi Kajian MUI Rida Hesti Ratnasari, dan Teguh (Kejaksaan Agung RI).
Sekretaris Komisi Kajian MUI Rida Hesti Ratnasari mengatakan, jejak moderasi beragama, terekam dalam keseharian masyarakat di Papua Barat, seperti contoh Mushala di Pulau Lemon yang dipindahkan tiga kali, direlakan dengan besar hati umat Islam.

Dia menambahkan, umat Islam menghargai kepentingan negara yang hendak menggunakan lahan mushala untuk perkantoran dan gedung lainnya. Namun justru sekarang dibangun lebih besar dan permanen menjadi Masjid Merdeka di Manokwari.

Selain itu, ungkap dia, jejak naskah dan peninggalan sejarah Islam di Papua Barat ditemukan lebih dari 84 item. Hal ini menunjukkan tradisi tulis dalam pembelajaran Islam telah ada sejak sebelum abad ke-15. Naskah dan peninggalan sejarah jejak moderasi beragama Islam masih disimpan oleh sebagian ahli waris pendakwah Islam.

“Ada 84 bukti sejarah dari mulai Alquran yang ditulis di pelepah daun dan berbagai tulisan lain di kayu dan naskah yang dipegang para ahli waris, sebagai bukti moderasi beragama,“ katanya dari rilis yang diterima, Jumat (23/11).

Rida juga menegaskan, kondisi ini menuntut peran serta pemerintah untuk ikut menjaga bukti dan peninggalan sejarah tersebut. Sebab itulah, selain saran pembangunan Museum, pihaknya merekomendasikan memasukkan materi moderasi agama ini menjadi pelajaran sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, dan SMA di Provinsi Papua Barat,“ tutup Rida. Tio/Kontributor.

See also  JFPK untuk Awasi Koperasi Indonesia Dibentuk
Previous Post

Sosialisasi 4 Pilar di UMJ, Bachtiar Ali Kampanyekan Indonesia Cinta Damai

Next Post

Rakernas IV, MUI Luncurkan Program Indonesia Berkhidmat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks