MADANINEWS.ID, Jakarta–Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengelar halaqah nasional dengan tema “Tantangan dan Peluang Dakwah Dalam Era Milineal”.
Ketua Komisi Dakwah MUI M. Cholil Nafis, Lc., Ph D mengatakan, melihat situasi generasi milineal yang saat berkembang membuat pola dakwah juga harus mulai dirubah.
“Dakwah saat ini menyasar generasi milineal salah satunya tidak harus di Masjid, melainkan tempat-tempat lain yang dianggap lebih menyenangkan,” kata Kyai Cholil di Hotel Acacia Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat Rabu (7/11).
Karena, kata Kyai sebaik-baik dakwah disesuaikan dengan audiens dan masyarakatnya. “Oleh karena itu generasi milineal ini cenderungnya bermain tapi tetap memiliki lifestyle yang islami,” ungkapnya.
Ia mencontohkan salah satunya, berhijab, teguh dengan prinsip, kepedulian dengan makanan yang halal dan menurutnya hal ini banyak positifnya sehingga sudah sepatutnya para da’i dari generasi terdahulu harus bisa menyesuaikan.
“Selain itu juga kedepan dalam dakwah kita juga sudah harus mulai merambah media sosial agar tetap mengikuti perkembangan zaman saat ini,” pungkasnya.
Kalau dulu, kata dia Kyai ditunggu jamaah sedangkan sekarang jika kyai lama tidak datang justru akan ditinggal oleh jamaah. Oleh karena itu, peran media sosial harus juga kita kembangkan sebagai sarana dakwah.
“Sarana media sosial ini sangat dibutuhkan masyarakat, yang tidak mau repot dan tidak mau terikat. Peran dakwah ini tidak mungkin hanya bisa dilakukan oleh MUI, namun kerjasama banyak pihak sehingga dengan salah satunya melalui workshop bisa mengisi ruang sosial,” terangnya. Tio/Kontributor.
