Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

MUI: Pola Dakwah Perlu Menyesuaikan Generasi Milineal

Abi Abdul Jabbar Sidik
7 November 2018 | 09:50
rubrik: Indeks
MUI: Pola Dakwah Perlu Menyesuaikan Generasi Milineal

Ketua Komisi Dakwah MUI M. Cholil Nafis. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta–Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengelar halaqah nasional dengan tema “Tantangan dan Peluang Dakwah Dalam Era Milineal”.

Ketua Komisi Dakwah MUI M. Cholil Nafis, Lc., Ph D mengatakan, melihat situasi generasi milineal yang saat berkembang membuat  pola dakwah juga harus mulai dirubah.

“Dakwah saat ini menyasar generasi milineal salah satunya tidak harus di Masjid, melainkan tempat-tempat lain yang dianggap lebih menyenangkan,” kata Kyai Cholil di Hotel Acacia Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat Rabu (7/11).

Karena, kata Kyai sebaik-baik dakwah disesuaikan dengan audiens dan masyarakatnya. “Oleh karena itu generasi milineal ini cenderungnya bermain tapi tetap memiliki lifestyle yang islami,” ungkapnya.

Ia mencontohkan salah satunya, berhijab, teguh dengan prinsip, kepedulian dengan makanan yang halal dan menurutnya hal ini banyak positifnya sehingga sudah sepatutnya para da’i dari generasi terdahulu harus bisa menyesuaikan.

“Selain itu juga kedepan dalam dakwah kita juga sudah harus mulai merambah media sosial agar tetap mengikuti perkembangan zaman saat ini,” pungkasnya.

Kalau dulu, kata dia Kyai ditunggu jamaah sedangkan sekarang jika kyai lama tidak datang justru akan ditinggal oleh jamaah. Oleh karena itu, peran media sosial harus juga kita kembangkan sebagai sarana dakwah.

“Sarana media sosial ini sangat dibutuhkan masyarakat, yang tidak mau repot dan tidak mau terikat.  Peran dakwah ini tidak mungkin hanya bisa dilakukan oleh MUI, namun kerjasama banyak pihak sehingga dengan salah satunya melalui workshop bisa mengisi ruang sosial,” terangnya. Tio/Kontributor.

See also  Marifat al-Quran (1): Al-Quran Rahmat Ilahi
Previous Post

Ma’ruf Amin Optimis Koperasi dan UKM Menjadi Kekuatan Baru Perekonomian Nasional

Next Post

Din Syamsuddin Menerima Penghargaan Kedua Dari Pemerintah Jepang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks