MADANINEWS.ID, Jombang–Dzurriyah (keturunan) pendiri NU dan sejumlah ulama menggelar halaqah di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Rabu (24/10/2018).
Juru Bicara dalam pertemuan ini, Choirul Anam (Cak Anam) menjelaskan tentang perlunya penegasan kembali ke khitthah, lantaran karena akhir-akhir ini pelanggaran terhadap khittah 1926 NU sudah dilakukan secara terang-terangan.
“Ini juga yang menjadi pertimbangan dibentuknya *Komite Khitthah*, dan akan terus berlanjut sampai NU benar-benar kembali ke khittah 1926 sebagaimana diputuskan para masyayikh terdahulu,” katanya Rabu (24/10) kemaren.
Selain ia menangapi terkait Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin yang memilih menjadi Cawapres Jokowi, Cak Anam menegaskan bahwa itu adalah keputusan pribadi dan tetap harus dihormati.
“Tetapi warga NU perlu tahu, bahwa itu *bukan keputusan NU*, karena *tidak ada sejarahnya Rais Aam PBNU kemudian ‘putar haluan’ melepas baiat untuk menjadi Cawapres”*, tegasnya.
Halaqah yang dimulai pukul 10.00 wib itu dipimpin langsung KH Shalahuddin Wahid (Gus Solah) sekaligus sebagai shohibul bait dan KH Hasib A Wahab Chasbullah (Gus Hasib) dari PP Tambakberas. Dalam acara ini, turut hadir KH Agus Solachul A’am Wahib Wahab (Gus A’am), Gus Rozaq, KH A Wachid Muin, KH Muhammad Najih Maimoen (Gus Najih) dari Sarang, KH Abdul Zaini (Besuk, Pasuruan), KH Abdul Hamid (Lasem).
Tampak pula KH Abdullah Muchid Pendiri IPIM (Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Seluruh Indonesia), Prof Dr KH Ahmad Zahro, MA al-Chafidh Ketua IPIM, Drs H Choirul Anam, cucu menantu dari KH Achmad Dahlan (Pendiri Taswirul Afkar Kebondalem, Surabaya), Prof Nasihin Hasan, Prof Aminuddin Kasdi, KH Muhammad Idrus Ramli (Jember), KH Luthfi Bashori Alwi (Malang), Gus Ahmad Muzammil (Yogyakarta), Gus Mukhlas Syarkun. Tio/Kontributor.
