MADANINEWS.ID, JAKARTA — Sudah tujuh bulan atau 31 pekan penduduk Gaza berjuang menuntut pengembalian tanah airnya setiap Jumat dalam aksi Great March of Return. Hingga kini, belum ada iktikad baik atas pencabutan blokade dan pengembalian hak yang berpihak pada penduduk Gaza. Sebaliknya, korban nyawa lebih banyak berjatuhan dari pihak Gaza.
Data yang dirilis Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan, tiga orang meninggal dunia di aksi protes pekan ini, Jumat (26/10). Sementara itu, lebih dari 200 orang Palestina harus kehilangan nyawa sepanjang aksi Great March of Return. Pekan lalu, dalam aksi protes Jumat (19/10) itu, 30 orang Palestina mengalami luka-luka, 25 di antaranya anak-anak. Bahkan, minggu sebelumnya tujuh orang meninggal dunia dan ribuan orang terluka.
Padahal, sejak awal Mei lalu, PBB melalui komisi fungsionalnya di bidang hak asasi manusia (United Nations Commission on Human Rights/UNCHR) pun telah memperingati Israel untuk menghargai perjanjian perdamaian. Komisaris Tinggi UNCHR Liz Throssell mengemukakan pihaknya telah memperingatkan Israel bahwa apa yang dilakukan mereka telah melakukan pelanggaran berat terhadap poin keempat Perjanjian Jenewa.
“Kami memperingatkan Israel akan kewajibannya untuk tidak menggunakan kekuatan berlebihan terhadap demonstran dalam konteks kedudukan militer, seperti di Gaza,” papar Throssel dalam konferensi persnya di Jenewa.
Sementara itu, Kamis (25/10) dini hari, serangan dari pesawat tempur Israel kembali mengepung Gaza. Disebutkan Kantor Berita Otoritas Palestina (WAFA) sebagaimana diberitakan Al Jazeera, serangan udara Israel menyerang beberapa titik dan menyebabkan kerusakan yang luas di daerah Gaza. Dalam sasarannya kali ini, Israel membidik kamp militer di sebelah utara Jalur Gaza, fasilitas latihan, juga pabrik mesiu.
Serangan berlanjut Jumat (26/10) malam hingga Sabtu (27/10) dini hari. Mitra ACT di Gaza mengabarkan bom dijatuhkan di sejumlah titik, yaitu di wilayah Khan Younis dan Jabalia, juga di wilayah Al Jedar – daerah Gaza yang dianggap sebagai zona militer oleh Israel.
“Bom terakhir dijatuhkan di Al Jedar, Gaza Utara, pecahan bomnya ada beberapa yang sampai di rumah sakit Indonesia di Gaza,” papar Ahmed, mitra ACT di Gaza dalam laporan tertulisnya.
elain laporan tertulis, sejumlah potret pun turut menggambarkan kerusakan akibat bom. “Serangan udara Israel meledak tak jauh dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza, hal itu menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Sejumlah pasien kini mengalami ketakutan,” lanjut Ahmed.
Hingga Sabtu (27/10), setidaknya 80 titik di Gaza terkena gempuran pesawat tempur Israel. Di samping itu, aksi Great March of Return masih berlangsung setiap pekannya di perbatasan Palestina dan Israel. Perjuangan warga Palestina untuk menuntut hak tanah air mereka terus berlanjut, meski krisis di berbagai sektor semakin membelit setiap harinya
