Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Tantangan Dunia Pendidikan pada Era Industri 4.0

Abi Abdul Jabbar Sidik
18 October 2018 | 18:03
rubrik: Pendidikan
Tantangan Dunia Pendidikan pada Era Industri 4.0

Sosialisasi Edutech Expo 2019. (foto:abi/madani)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA -Dunia Pendidikan saat ini dihadapkan pada era perubahan besar yakni revolusi industri 4.0. Sayangnya, masih sedikit dunia pendidikan yang menyiapkan model pendidikan era ini. Padahal, jelas bahwa revolusi industri 4.0 menuntut konsekuansi logis perubahan di semua sektor dunia kerja.

Pendidikan yang berada pada penyiapan sumber daya manusia harus adaptif dengan fenomena ini. Karenanya dunia pendidikan harus memahami apa itu revolusi industri 4.0 yang semakin pesat dengan ditandai hadirnya inovasi teknologi seperti robot dalam dunia kerja.

Menurut Kepala Pustekkom Kemendikbud, Gogot Suharwoto, PhD, dalam menghadapi revolusi industri 4.0 perlu adanya perubahan dalam kurikulum, siswa, guru, dan juga sekolah. “Keempat sisi ini, harus kita siapkan. Dari sisi kurikulum, bagaimana menyiapkan anak-anak kita familiar dengan “big data”, contohnya bagaimana menggunakan ponsel pintar dan aplikasi lainnya,” kata Gogot saat Sosialiasai Edutech 2019 di Jakarta, Kamis (18/10).

Apalagi menurutnya saat ini sudah berlaku Kepres mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dimana jadi semua lembaga-lembaga pemerintah provinsi, kabupaten kota itu semua harus mulai melaksanakan layanan berbasis elektronik itu termasuk dalam bidang pendidikan.

“Jadi dunia pendidikan semua sudah memerlukan teknologi baik itu siswa, guru maupun institusi sekolahnya. Dari sisi pemerintahannya yang dengan Perpres Sistem Pendidikan Berbasis Elektronik (SPBE) itu juga mengatu agar semua layanan pendidikan harus berbasis elektronik, mulai dari penyaluran BOS, Pelaporan BOS, dana alokasi khusus pokonya semua,” terang Gogot.

Kepada generasi muda, dalam menghadap era industri 4.0 ini Gogot mengingatkan agar tidak mudah terjebak pada tiga hal yakni salah fokus, mati gaya dengan teknologi hingga stres karena dampak negatif dari dunia digital.

“Jangan sampai anak-anak kita, terjebak dalam konten-konten negatif. Karena itu, penting bagi siswa untuk menyiapkan diri dengan kemampuan berpikir kritis, mempunyai keahlian komunikasi, kreatif, mampu menyelesaikan masalah,  dan bisa bekerja sama” papar Gogot.

See also  RI-Inggris Perkuat Kolaborasi Riset antar Universitas yang Terbuka dan Inklusif

Disamping itu, para guru juga harus bisa menginspirasi siswanya untuk mampu berbagl dengan siswa-siswa lain, Supaya bisa berbagi terobosan dalam memahami materi pelajaran di sekolah.

Senada dengan Gogot, Ketua Umum PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dr Unifah Rosyidi MM menilai pelatihan yang diberikan kepada guru untuk merespons kebutuhan Revolusi Industri 4.0 masih kurang. “Pelatihan guru masih sangat kurang Padahal inti dari kualitas guru bukan pada pelaksanaan sertifikasi guru,” katanya.

Berdasar kepada beberapa hal tadi, maka dalam rangka memberikan pemahaman kepada guru dan stakeholder pendidikan tentang teknologi pendidikan 4,0, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonseia (PGRI) menyelenggarakan seminar pendidikan “Aplikasi Teknologi Pendidikan 4,0 , Tantangan dan Permasalahannya ‘. Seminar tersebut diselenggarakan bersamaan dengan penyelenggaraan even Indonesia Edutech Expo 2019, 14-17 Februari 20l9 mendatang.

 

Tags: Industri 4.0Tantangan Pendidikan
Previous Post

Edutech Expo 2019, Pameran Inovasi Teknologi Pendidikan Pertama Siap Digelar Tahun Depan

Next Post

Luncurkan Reformasi Total, Kemenkop UKM Berharap Generasi Milenial Mau Gabung Koperasi

Comments 1

  1. H.Asep Arifin, Dr.M.Ag says:
    6 years ago

    Sebagai suatu sistem pendidikan yg terpadu berbasis nilai ketuhanan dan kemanusian maka sangat penting penguatan pada guru sebagai pembina, pendamping dan pengarah peserta didik secara optimal dan maksimal dlm bingkai kekeluargaan dlm menghadapi nilai nilai negatif dari era 4.0. Laporan catatan kerja siswa tiap hari menjadi bahan kontrol bagi para guru wali/pembina yg terstruktur dan jelas tupoksinya. Wassalam.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks