Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Indonesia Catatkan Transaksi Jutaan Dollar di Saudi Agrofood ke-25

Abi Abdul Jabbar Sidik
18 October 2018 | 10:39
rubrik: Mancanegara
Indonesia Catatkan Transaksi Jutaan Dollar di Saudi Agrofood ke-25

pameran Saudi Agrofood ke-25 di Riyadh International Convention & Exhibition Center (RICEC), Riyadh, Riyadh, Arab Saudi. (FOTO:KBRI Riyadh)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, RIYADH-ARAB SAUDI — Pengusaha Indonesia telah mencatatkan transaksi trial order sebesar US$ 12.529.469 pada pameran Saudi Agrofood ke-25 yang diselenggarakan pada tanggal 7-10 Oktober 2018 di Riyadh International Convention & Exhibition Center (RICEC), Riyadh, Riyadh, Arab Saudi.

Indonesia yang diwakili oleh KBRI Riyadh (Atase Perdagangan dan Fungsi Ekonomi) serta KJRI Jeddah (Indonesia Trade Promotion Center/ITPC) berpartisipasi dengan menyewa dan membangun paviliun Indonesia seluas 90 meter dengan menggunakan design khusus bertema “Trade With Remarkable Indonesia” yang diisi oleh 7 perusahaan Indonesia dan 1 perusahaan importir produk Indonesia.

Tujuh perusahaan tersebut adalah PT. Sasa Inti (produk tepung instan untuk bala-bala, pisang goreng dan ayam goreng, penyedap rasa dan sambal), PT. Blue Star Anugrah (produk ikan segar, tuna kaleng dan rajungan), PT.Rezeki Inthi Artha (Coklat bubuk instan, tuna kaleng dan buah nanas kaleng), PT. Smexindo Garuda Citi (gula merah, gula semut dan snak buah tropis), PT. ABC President Indonesia (mie instan), PT. Niramas Utama ( Jelly nata decoco, kelapa parut dan kelapa muda kering), CV. Global Mulyo Mandiri (kayu gaharu, minyak atsiri, cengkeh dan kayu manis) dan Al Raqeeb Universal Group (importir produk Indonesia – kacang garuda, kerupuk, bumbu instan, bon cabe dan lada bubuk).

Menurut Atase Perdagangan KBRI Riyadh, Erwansyah, pameran ini diikuti oleh lebih dari 300 industri profesional dari 33 negara antara lain China, Jerman, Indonesia, Turki, Afrika Selatan, Saudi Arabia, Taiwan, Polandia, Mesir, India, Pakistan, Belanda, Checo, Italia dan lainnya.

“Penyelenggaraan pameran kali ini cukup menarik karena bersamaan dengan Saudi Agriculture ke 37, Saudi Aguaculture ke 2 dan Saudi FoodPack ke 8, sehingga animo pengunjung juga sangat banyak,” kata Erwansyah melanjutkan.

See also  Masjid Quba, Pesona Madinah yang Tak Pernah Pudar

Sementara menurut Pelaksana Fungsi Ekonomi I, Kusnaredi TJ, keikutsertaan pengusaha Indonesia pada pameran-pameran di Arab Saudi merupakan upaya Pemerintah RI melalui KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah dalam mendorong lebih banyak lagi pengusaha Indonesia yang memasarkan produknya ke Arab Saudi.

“Hal ini diharapkan dapat turut meningkatkan nilai ekpsor Indonesia ke negara petro dollar, Arab Saudi,” kata Kusnaredi.

Pameran kali ini dibuka secara resmi oleh Menteri Pertanian dan Perairan Arab Saudi, Eng. Abdulrahman A. Al Fadley pada tanggal 8 Oktober 2018, yang setelah melakukan pengguntingan pita kemudian melakukan kunjungan ke beberapa stand pameran. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Al Fadley juga menyempatkan diri untuk melihat sekilas produk-produk yang dipamerkan stand Indonesia.

Selama berlangsungnya pameran, stand Indonesia ramai didatangi para pengunjung yang merupakan buyer/distributor baik dari Arab Saudi maupun negara-negara Teluk lainnya seperti UAE, Bahrain, Kuwait dan juga dari Yaman.

“Kami memperkirakan tidak kurang dari 1.500 orang telah mengunjungi stand Indonesia. Hal ini karena selain desain pavilion yang menarik juga membagikan sample produk untuk tes, sehingga para pengunjung dapat mencicipi secara langsung berbagai jenis produk yang dipamerkan,” ujar Erwansyah.

Sementara itu CV. Global Mulyo Mandiri menampilkan kayu gaharu yang sangat diminati oleh orang-orang Timur Tengah (Arab).

Para buyer/distributor yang berkunjung ke stand Indonesia sangat mengapresiasi keikutsertaan para pengusaha Indonesia, mereka mengharapkan lebih banyak lagi peserta dari Indonesia dapat berpartisipasi pada pameran tersebut di tahun-tahun mendatang.

Disamping diisi oleh perusahaan importir produk Indonesia, stand Indonesia juga diisi ruang informasi yang menampilkan beberapa informasi perihal Trade, Tourism and Investment (TTI) berupa brosur, leaflet, banner dan lainnya termasuk informasi  mengenai Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 yang ditampilkan melalui video dan brosur.

See also  Jelang Piala Dunia 2022, Qatar Sewa Kapal Pesiar Ketiga sebagai Hotel Terapung

Sebagal informasi, pasar makanan dan minuman Arab Saudi merupakan pasar terbesar di kawasan GCC yang mencapai 63% dan total impor negara GCC (80% kebutuhan produk makanan dan minuman di kawasan GCC dipasok melalui impor). Arab Saudi mengimpor produk makanan dan minuman sekitar US$ 761 milyar setiap tahunnya dimana pangsa pasar Indonesia baru mencapai 5,89%, sehingga peluang ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Arab Saudi masih sangat menjanjikan.

Tags: Saudi Agrofood ke-25
Previous Post

Kursus Bahasa Indonesia Kian Diminati di Arab Saudi

Next Post

Konjen RI Jeddah Sosialisasikan TEI 2018 ke Kadin Jeddah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks