Menag Sampaikan Inovasi Baru di MTQ Nasional Medan

Penulis Abi Abdul Jabbar

MADANINEWS.ID, MEDAN – Penyelenggaraan MTQ Nasional XXVII di Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara resmi telah dibuka oleh presiden Joko Widodo di pelataran Gedung Serba Guna Pemprovsu Ahad malam (7/10).

Dalam sambutannya di hadapan presiden, para tamu undangan, dan seluruh hadirin, Menag Lukman Hakim Saifuddin (LHS), menyampaikan bahwa ini adalah penyelenggaraan MTQN setengah abad atau 50 tahun sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1968.

“Dalam sejarahnya, provinsi Sumatera Utara memerlukan waktu 47 (empat puluh tujuh) tahun untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional lagi setelah sebelumnya menjadi tuan rumah pada tahun 1971,” tegasnya.

LHS melanjutkan, bahwa ini merupakan momentum yang sangat penting mengingat penyelenggaraan MTQ Nasional adalah peristiwa keagamaan, kebudayaan, ekonomi, dan sosial yang memiliki pesan-pesan peradaban luhur.

“Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) adalah cara kita menjaga Al-Qur’anul Karim, sebagai wahyu Allah SWT, baik bacaan ayat-ayatnya, keilmuannya, maupun nilai-nilai seni budayanya”, ungkapnya.

Menurutnya, Al-Quran memiliki keunggulan dari sisi kebahasaan yang tidak diturunkan dalam satu waktu (langsung), tetapi turun secara gradual, dimana kehadirannya sangat terkait dengan konteks kesejarahan budaya masa itu yang mengandung banyak nilai dan hikmah. Setiap kata dalam Al-Quran memiliki sekian banyak arti, sehingga lahir beribu-ribu buku tafsir dan kitab-kitab keagamaan lain yang bersumber dari Al-Quran.

“Dalam konteks inilah MTQ menemui urgensinya yang tidak sekedar menampilkan lomba tilawah (bacaan) atau tahfidz (hafalan), tetapi juga disajikan kaligrafi (tulis indah arab), tafsir, penulisan ilmiah, dan lain-lain. Namun demikian, penyelenggaraan MTQ kali ini bukan semata sebagai ajang prestasi bagi para peserta, tetapi juga sarana silaturahim dan syiar agama untuk menginternalisasikan nilai-nilai Qurani”, terangnya.

Lebih lanjut LHS menyampaikan beberapa inovasi selama pelaksanaan MTQ kali ini yaitu: Pertama, memanfaatkan teknologi informasi dalam pendaftaran otomatis dengan finger print, penggunakan aplikasi e-Maqra sampai dengan proses penjurian melalui aplikasi musabaqah sebagai bentuk adaptasi terhadap era digital.

Kedua, penyelenggaraan MTQ kali ini juga telah dibuat Kode Etik Juri sebagai upaya menjaga kredibilitas event sekaligus kesucian momen yang berlabel Al-Quran, setelah sebelumnya telah dilakukan proses seleksi Dewan Hakim Nasional untuk memantapkan kualitas pelaksanaan musabaqah secara professional dan transparan.

Ketiga, dalam pelaksanaan event MTQ kali ini juga disiapkan berbagai layanan publik sebagai bentuk hadirnya pemerintah (Kementerian Agama) di tengah-tengah masyarakat, seperti Konsultasi Syariah, Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sakinah, Zakat dan Wakaf, Produk Halal, dan Layanan Metode 60 menit membaca Al-Quran.

Dalam pantauan bimasislam, pembukaan MTQN di Medan ini dihadiri oleh ratusan ribu umat Islam yang menyemut hingga acara berakhir.

BACA JUGA

Tinggalkan komentar