MADANINEWS.ID, Jakarta–Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) KH Ahmad Sobri Lubis menyebut Operasi Intelijen Hitam berhasil mencekal Habib Rizieq Shihab (HRS) sampai Over Stay agar ada alasan HRS ditahan.
“Tapi sampai hari ini HRS melakukan perjuangan melalui jalur hukum di Saudi, TANPA bantuan KBRI Riyadh maupun KJRI Jeddah,” kata Sobri kepada madaninews.id, di Jakarta Rabu (3/10).
Sebagai catatan, ia mengingatkan bahwa HRS keluar masuk berbagai negara seumur hidupnya selalu tertib aturan visa, sehingga tidak pernah terjadi Over Stay selama hidupnya di luar negeri. Kali ini Sobri meyakini terjadi karena ada Operasi Intelijen Hitam.
“Dari pernyataan tertulis KBRI, justru membuktikan bahwa terjadi pembiaran terhadap WNI yang harusnya mendapatkan bantuan. Dan terlihat justru pembiaran tersebut mengesankan rasa senang terhadap WNI yang sedang menderita, tidak ada satu pun kalimat simpati apalagi empati dari pernyataan tertulis tersebut,” ungkapnya.
Sobri menekankan secara hukum sudah terbukti dari pernyataan Dubes Saudi di Jakarta bahwa IB HRS tidak ada masalah hukum. “Masalah over stay justru karena pihak Saudi melindungi kepergian tersebut karena pihak Saudi sangat khawatir IB HRS dicelakakan oleh death squad yang dikirim untuk mencelakakan IB sebagaimana kasus Almarhum Munir Thalib yang dibunuh dalam penerbangan,” pungkasnya.
Dirinya menilai pihak Saudi sudah tahu bahwa ada death squad yang mampu bekerja sebagaimana dalam kasus Almuarhum Munir Thalib. Dan kasus Almarhum Munir Thalib ini jelas melibatkan death squad dari Indonesia.
“Ini yang menyebabkan Kerajaan Saudi memprotect dengan cara tidak mengizinkan IB HRS keluar dari Saudi,” cetus Sobri.
Dubes RI di Riyadh sebaiknya tidak membuat disinformasi dan misleading. Kita sudah mengetahui dan memahami rencana operasi intelijen hitam tersebut dengan melibatkan berbagai pihak Indonesia yang berada di Saudi sebagai operator. Tio/Kontributor.