MADANINEWS.ID, JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Din Syamsuddin menilai usaha Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab untuk didatangkan dalam negeri untuk diadili, oleh pemerintah bukan tanpa alasan.
Din mengatakan persoalan mengenai Habib Rizieq harus diselesaikan dengan hati-hati mengingat Habib Rizieq sudah dianggap sebagai imam besar FPI. Ia juga menyebut isu mengenai Habib Rizieq jangan sampai mengganggu jalannya pilpres di Indonesia.
“Kalau dicekal mungkin Saudinya senang sama Habib Rizieq. Karena cinta dan sayang, makanya nggak boleh ke luar. Dicekal itu lazimnya seseorang warga negara dicekal oleh pemerintahnya,” kata Din, Jumat (28/9).
Diketahui sebelumnya, muncul kabar Habib Rizieq dicegah pemerintah Arab Saudi ke Malaysia. Kejadian yang disebut sebagai pencegahan itu disebut berlangsung pada Juni 2018.
Kabar itu disampaikan FPI dan GNPF-Ulama, yang menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon untuk berkonsultasi. Konsultasi itu membahas intimidasi yang dituding dilakukan petugas Imigrasi Arab Saudi terhadap Habib Rizieq Syihab.
Din menilai apa yang terjadi pada Rizieq bukanlah pencekalan dari Saudi. Kalaupun ada pencekalan, berarti itu tanda cintanya Saudi kepada imam besar FPI itu.
Rizieq, dinyatakan pihak GNPF Ulama, dihalangi untuk pergi dari Saudi ke Malaysia. Padahal Rizieq bermaksud menyelesaikan disertasinya setelah Juli 2018. Tak ada alasan yang jelas yang diterima Rizieq terkait penghalangan yang diterimanya untuk pergi ke Malaysia.
Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama al-Shuhaib sebelumnya berbicara mengenai kabar pencegahan Habib Rizieq Syihab yang hendak bepergian ke Malaysia. Shuhaib mengatakan apa yang dilakukan otoritas Arab Saudi semata-mata untuk melindungi Habib Rizieq.
“Jadi pemerintah Arab Saudi cukup menjaga keselamatan Habib Rizieq. Jadi, kalau ada sesuatu yang membuat ketidaknyamanan atau sesuatu yang kurang baik kepada Habib Rizieq, mungkin Arab Saudi lebih menjaga atau melindungi saja,” jawab Shuhaib melalui penerjemah resmi kedutaan. Tio/Kontributor.
