MADANINEWS.ID, JAKARTA – Manajemen pengelolaan Zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) diapresiasi Komisi Etnis dan Agama RRC dan Asosiasi Islam China.
Secara khusus, delegasi China Islamic Association memuji digitalisasi pelayanan zakat yang diterapkan BAZNAS, termasuk kerja sama dengan lembaga internasional seperti UNDP yang merupakan bagian dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
“Zakat listrik untuk mustahik bekerja sama dengan non Muslim seperti lembaga PBB ini sangat menarik. Mungkin ini hanya ada di Indonesia dan merupakan yang pertama di dunia,” kata Wang yang meraih gelar sarjana S1 di Universitas Al-Azhar Kairo dan 30 tahun tinggal di Mesir ini saat mengunjungi BAZNAS, Kamis (27/9).
Sementara itu, BAZNAS menjajaki kerja sama dengan Komisi Etnis dan Agama dan Asosiasi Islam China.
“Kita mengupayakan menjalin kerja sama pendalaman Bahasa Mandarin untuk para dai dan para mustahik mahasiswa dan pelajar,” ujar Zainul.
Menurut dia, BAZNAS siap bekerja sama dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Mandarin para dai dan pelajar mustahik.
“Ada Hadis Nabi yang menyerukan kita untuk belajar ke Negeri China. Untuk itu kita siap berkolaborasi dengan China Islamic Association di bidang pendidikan,” kata salah satu pendiri dan dirut pertama Bank Muamalat ini.
Zainul berharap BAZNAS terus menjalin komunikasi dengan China Islamic Association dan menyiapkan kunjungan balasan untuk merealisasikan kerja sama di bidang pendidikan, dakwah dan pendalaman budaya China dan bahasa Mandarin.
“Untuk tahap awal kita kirim sepuluh pelajar dan sepuluh dai untuk belajar budaya dan bahasa Mandarin sehingga kelak mereka bisa mahir berdakwah dengan menggunakan bahasa Tionghoa,” kata mantan Dubes Yordania merangkap Palestina ini. Tio/Kontributor.
