Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

AICIS, Ajang Aktualisasi Intelektual Muslim Dunia

Abi Abdul Jabbar Sidik
19 September 2018 | 09:51
rubrik: Nusantara
AICIS, Ajang Aktualisasi  Intelektual Muslim Dunia

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin. (foto:klemenag)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, PALU – Kementerian Agama menggelar The 18th Annual International Conference on Islamic Studies  (AICIS), di Palu, Sulawesi Tengah.  Kegiatan yang dilaksanakan pada 17 – 20 September 2018 ini merupakan ajang aktualisasi para  intelektual muslim dunia. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamarudin Amin, di Palu, Selasa (18/09).

“Kami berharap penyelenggaraan tahunan AICIS di Palu ini dapat memberikan manfaat  bagi kehidupan beragama,” ujar Dirjen Pendis, Selasa (18/09).

Ke depan, Kamarudin berharap gelaran yang telah dimulai dari 18 tahun lalu ini memiliki kedudukan penting bagi para akademisi maupun peneliti studi Islam di Indonesia, bahkan dunia. AICIS menurut Kamarudin juga merupakan salah satu kontribusi Kemenag dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan keagamaan di Indonesia.

Dalam AICIS ke-18 ini, menurut Kamarudin, hadir sekitar 1.700 cendekiawan muslim dari dalam negeri maupun mancanegara. “Ada sekitar 300 selective papers yang akan dipresentasikan di ajang AICIS XVIII,” tutur Kamar.

Kamarudin pun menuturkan berlangsungnya AICIS ke 18 menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi untuk dapat merespon isu global dan kekinian.  “Ini juga menegaskan bahwa pendidikan islam mampu berkontribusi untuk memecahkan permasalahan kekinian, termasuk masalah radikalisme dan terorisme,” ujar Kamarudin.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan hal senada. “Dalam diskusi akan dibahas sejauh mana para pakar studi Islam merespon dan memberikan solusi atas persoalan sosial keagamaan yang belakangan ini mengganggu kerukunan,” kata Lukman saat membuka AICIS XVIII

Kasus-kasus intoleransi, penodaan agama, persekusi, hingga kasus radikalisme dan terorisme membutuhkan respon yang tidak bersifat reaktif belaka, tetapi membutuhkan kajian dan penelitian empirik. Menurut Menag, akademisi Islam tidak boleh berada di atas menara gading yang terlalu asyik dengan penelitian dan diskusi yang tidak berkontribusi dalam menyelesaikan masalah sosial, politik, kebangsaan baik di Indonesia maupun dunia.

See also  Kolaborasi dan Digitalisasi Warteg Didorong Diwujudkan Demi Tingkatkan Produktivitas Usaha

Keynote speaker dalam serangkaian sidang ini adalah Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dan Dominik Müller Ph.D dari Max Planck Institute for Social Anthropology, Jerman, yang merupakan pakar antropologi agama yang penelitiannya berbasis di asia tenggara termasuk indonesia. Pembicara asing lainnya adalah Prof. Dr. Hans Christian Gunther dari Albert Ludwig Universitat, Freiburg, Jerman, Dr. Hew Wai Weng dari University Kebangsaan Malaysia, dan Dr. Ken Miichi dari Waseda University, Jepang.

Tags: aicisCendekiawan MuslimMuhyammadiyah Amin
Previous Post

Pengrajin Tenun dan UKM Di Malaka Diharapkan Gabung Koperasi

Next Post

Menag Bantah Tudingan Larangan Adzan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks