IBADAH.ID, JAKARTA–Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (MPO) Melalui Komisi Ekonomi mengeluarkan hasil kajian dan rekomendasi terkait situasi melemahnya nilai tukar rupiah akhir-akhir ini.
Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) MPO, Zuhad Aji Firmantoro mengatakan, potensi capital flight mengancam likuiditas nasional serta menjadi blunder bagi neraca pembayaran.
“Di samping itu, tingginya porsi kepemilikan asing pada utang negara juga mengancam produktivitas fiskal dimana selisih kurs APBN 2018 dengan kurs riil pada pembayaran utang luar negeri seharusnya dapat dialokasikan pada belanja produktif,” katanya di Jakarta, Kamis (13/9).
Terlebih lagi, kata Zuhad jika tren pelemahan rupiah terus berlanjut hingga 2019 dimana banyak utang yang jatuh tempo, fiskal pemerintah akan semakin keok.
Karenanya, Zuhad menyampaikan Pengurus Besar HMI merekemondasikan beberapa hal kepada pemerintah dengan Menempuh kebijakan serta insentif jangka pendek seperti menaikkan tarif produk impor, maksimalisasi penggunaan komponen lokal pada proyek-proyek infrastruktur dan lain sebagainya merupakan hal yang wajar dilakukan oleh pemerintah.
Namun, ia melihat dampak kebijakan tersebut juga bersifat temporer. Oleh karena itu, kebijakan dimaksud memang dibutuhkan tapi tidak mampu menyelesaikan masalah secara mendasar serta tidak mampu memperkuat fundamental perekonomian nasional.
“Dalam rangka membangun daya tahan perekonomian nasional khususnya dalam menghadapi pelemahan rupiah, pemerintah perlu berupaya lebih keras,” ungkapnya. Tio/Kontributor.
