IBADAH.ID, JAKARTA – Tahun Baru islam 1 Muharram 1440H jatuh pada hari Selasa 11 September besok. berbagai daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam menyambut tahun baru dalam kalender hijriyah ini, mulai dari pawai obor, membunyikan petasan, memakmurkan masjid dll.
Tak jarang ada pula berbagai daerah yang menyambut tahun baru hijriyah dengan cara yang unik dan berbeda dari daerah yang lainnya. berikut 3 perayaan unik menyambut tahun baru Islam di berbagai daerah di Indonesia:
1.Festival Tabot di Bengkulu

Dalam merayakan Tahun Baru Hijriyah, masyarakat Bengkulu menggelar festival budaya religi bernama Ritual Tabot. Ritual Tabot diadakan pada 1 sampai 10 Muharram.
Ritual ini bertujuan untuk mengenang kisah pahlawan Husein bin Ali bin Abi Thalib. Beliau adalah Cucu Nabi Muhammad SAW itu gugur dalam medan perang di Karbala, Irak.
Tabot yang digunakan dalam upacara Tabot di Bengkulu berupa suatu bangunan bertingkat-tingkat seperti menara masjid, dengan ukuran yang beragam dan berhiaskan lapisan kertas warna warni.
Masyarakat Bengkulu percaya apabila perayaan ini tidak diselenggarakan maka akan terjadi musibah atau bencana. Oleh karenanya, Festival Tabot dipenuhi dengan serangkaian kegiatan yang bersifat ritual dan kolosal yang berlangsung dari tanggal 1—10 Muharam.
Upacara Tabot di Bengkulu mengandung aspek ritual dan non-ritual. Aspek ritual hanya boleh dilakukan oleh keluarga keturunan tertentu yang dipimpin oleh sesepuh keturunannya langsung, serta memiliki ketentuan-ketentuan khusus dan norma-norma yang harus ditaati oleh mereka. Sedangkan acara yang mengandung aspek non-ritual dapat diikuti oleh siapa saja.
2. Tradisi Barik’an di Pati

Tradisi Barik’an adalah acara kenduri bersama yang dilakukan masyarakat Pati-Jawa Tengah. Biasanya masyarakat membawa dan mengumpulkan nasi serta lauk-pauk dari rumah masing-masing.Setelah dikumpulkan, nasi dan lauk-pauk kemudian didoakan.
Setelah memanjatkan doa, masyarakat langsung menggelar makan bersama. Pada ritual tersebut terjadi saling tukar-menukar lauk yang mereka bawa.
Ritual Barik’an menjadi cara masyarakat untuk meningkatkan kerukunan antar warga desa.
3. Tradisi Ngadulang Sukabumi

Ngadulang adalah tradisi lomba seni menabuh beduk yang diikuti oleh warga dari berbagai kecamatan di Sukabumi.
Dalam lomba ngadulag, satu tim minimal terdiri dari 3 pemain, pertama orang yang berperan sebagai pemukul beduk, kemudian pemukul kohkol (kentungan), dan pemukul alat tambahan lainnya.
Para peserta lomba akan berusaha menampilkan irama yang unik agar bisa menjadi pemenang.
