Membaca Al-Quran Android tanpa Berwudhu, Bolehkah?

Penulis Abi Abdul Jabbar

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Telah disepakati (ulama) bahwa membaca Al-Quran secara hafalan, tidak disyaratkan untuk suci dari hadats kecil, bahkan tidak harus suci dari hadats besar. Namun dalam kondisi suci ketika membaca Al-Quran, sekalipun hafalan adalah lebih utama. Karena Al-Quran adalah firman Allah. Dan termasuk upaya mengagungkan firman Allah, hendaknya tidak dibaca kecuali dalam kondisi suci.

Adapun membaca Al-Quran dengan membawa mushaf maka disyaratkan suci dari hadats karena memagang mushaf, berdasarkan hadis yang masyhur, ‘Tidak boleh menyentuh Al-Quran kecuali orang yang suci.’ Juga berdasarkan riwayat dari para sahabat dan tabi’in.

Itulah pendapat mayoritas ulama, bahwa dilarang bagi orang yang berhadats untuk memegang mushaf, baik untuk dibaca maupun untuk tujuan lainnya.

Pernyataan itu juga ditegaskan dalam kitab Safinatun Najah, bahwa di antara perkara yang mewajibkan wudhu adalah memegang dan membawa mushaf. Ketika kita tidak dalam keadaan memiliki wudhu, maka haram hukumnya memegang maupun membawa mushaf. Yang dimaksud mushaf di sini adalah benda, baik kertas atau lainnya, yang di dalamnya terdapat tulisan huruf-huruf Alquran.

Dalam kitab Nihatuz Zain, Imam Nawawi Aljawi lebih jelas mendefinisikan mushaf ini sebagai berikut;

والمراد بالمصحف كل ما كتب في شيء من القرآن بقصد الدراسة كلوح أو عمودا او جدار كتب عليه شيء من القرآن للداسة

“Adapun yang dimaksud mushaf adalah semua benda yang huruf-huruf Alquran ditulis di atasnya untuk tujuan belajar, seperti papan, tiang dan tembok yang ada tulisan huruf-huruf Alquran untuk tujuan belajar.”

Lantas apakah Alquran yang terdapat dalam Android, PC dan sejenisnya bisa dikatakan mushaf yang haram disentuh ketika tidak memiliki wudhu?

Berdasarkan keterangan dari kitab Nihayatuz Zain di atas, suatu benda bisa dikatakan mushaf apabila huruf-huruf Alquran ditulis di atasnya dan tulisan tersebut harus bersifat tetap. Sedangkan Alquran yang terdapat dalam Android adalah pancaran sinar tulisan Alquran atau gambar tulisan Alquran yang keadaannya tidak tetap, kadang nampak dan kadang hilang.

Dengan demikian, aplikasi Alquran yang terdapat dalam  Android tidak dikatakan mushaf karena hanya berupa gambar tulisan Alquran, bukan tulisan Alquran itu sendiri. Oleh karena itu, kita boleh memegang dan membaca Alquran yang terdapat dalam Android dan sejenisnya meskipun tidak memiliki wudhu. Dalam kitab Hasyiyah Albujairimi Alal Khatib disebutkan;

فلو رسم صورتها في هواء أو ماء فليس كتابة في المذهب كما قاله الزيادي

“Apabila menulis gambar Alquran di udara atau air, maka tidak disebut tulisan (mushaf) dalam pendapat mazhab sebagaimana dikatakan Imam Azziyadi.”

Meski demikian, alangkah lebih baik jika memegang dan membaca Alquran dari aplikasi Android memiliki wudhu. Wudhu ketika memegang dan membaca Alquran dari aplikasi Android dan sejenisnya tidak wajib, namun sebagai bentuk kesempurnaan sebaiknya memiliki wudhu.

BACA JUGA

1 komentar

Hamba Allah 16 September 2020 - 10:05 am

Apa pahala nya membaca Alquran dalam keadaan wudhu

Balas

Tinggalkan komentar