Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Prosesi di Arafah Tuntas, Jamaah Bergeser ke Muzdalifah

Abi Abdul Jabbar Sidik
21 August 2018 | 09:38
rubrik: Haji & Umrah
Prosesi di Arafah Tuntas, Jamaah Bergeser ke Muzdalifah

Jamaah haji bermalam (mabit) di Muzdalifah. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, MAKKAH-Prosesi puncak haji di Arafah telah selesai. Wukuf terlaksana dengan cukup baik tanpa hambatan berarti. Suhu udara meskipun mencapai 43 derajat celcius masih jauh di bawah suhu tertinggi saat wukuf tahun sebelumnya. Pada 2017 lalu, suhu di Arafah saat wukuf mencapai lebih dari 50 derajat celcius.

Setelah jemaah haji melaksanakan shalat maghrib, berangsur-angsur mereka diberangkatkan ke Muzdalifah. Menggunakan bus masyair yang mayoritas berkualitas baik, jemaah haji diangkut menggunakan sistem taraddudi atau bolak balik Arafah Muzdalifah.

Menurut Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Subhan Cholid, proses pemberangkatan berlangsung lancar.

“Semua terpantau lancar. Bisa dilihat tidak ada kemacetan, ini bukti sistem berjalan baik,” kata Subhan saat memantau pemberangkatan di Arafah, Senin (20/8/2018) malam.

Jemaah di setiap maktab diangkut dengan sejumlah bus secara shutle. Bergantian jemaah dijemput dari Arafah untuk diantarkan ke Muzdalifah.

“Seluruh maktab memberangkatkan jemaah. Semoga tidak sampau tengah malam sudah selesai,” imbuh Subhan.

Proses pergeseran jemaah ke Muzdalifah diperkirakan Subhan hanya akan sampai pukul 23.00 waktu setempat. Hal ini merujuk pada proses yang cukup cepat di tiap maktab. Seperti saat menyaksikan proses pemberangkatan kloter SOC-50 di maktab 8 sering terlihat beberapa bus datang bersamaan di tiap maktab.

Jemaah haji sendiri telah membanjiri Muzdalifah sejak pukul 22.00 waktu Arab Saudi. Sepanjang mata memandang tampak memutih di atas padang pasir.

Mereka sedang mabit, sebuah prosesi yang dimaknai menginap atau berhenti sesaat. Berhenti sesaat di Muzdalifah dapat bermakna agar jemaah sejenak beristirahat untuk persiapan ibadah keesokan harinya.

Setelah matahari terbenam pada tanggal 9 Dzulhijjah, jemaah haji bermalam di Muzdalifah. Mereka mempersiapkan diri untuk esok hari melempar jumrah.

See also  Barang Jemaah Haji Bisa Bebas Pajak dan Bea Masuk, Asal Penuhi Ketentuan Ini!

Selama di Muzdalifah jemaah haji banyak yang memanfaatkan waktu untuk berdoa dan berdzikir. Mereka juga mencari batu yang akan digunakan untuk lontar jumrah.

Batu-batu ini semacam amunisi yang mereka siapkan untuk melempar setan dan membuang berbagai nafsu yang menggoda manusia. Amunisi saja memang tidak cukup. Setelah berikhtiar “melempar setan” jemaah juga harus lebih banyak berdoa dan bertawakkal kepada Allah agar tidak mudah tergoda melakukan keburukan.

Tags: Arafahhaji 2018MuzdalifahPuncak Hajisubhan cholid
Previous Post

Mengandung Unsur Babi, Fatwa MUI Putuskan Vaksin Rubella Haram

Next Post

Badal Haji, Menghajikan Orang Lain

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks