Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Tanggap Darurat Diperpanjang, Dompet Dhuafa Inisiasi Sekolah Darurat di Lombok

Abi Abdul Jabbar Sidik
12 August 2018 | 15:08
rubrik: Nusantara
Kembali Dihantam Gempa, Dompet Dhuafa Terus Beri Bantuan Psikologi

tim kesehatan Dompet Dhuafa memberikan bantuan pada korban Gempa Lombok. (foto:istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, LOMBOK – Masa tanggap darurat bencana gempa bumi Lombok telah diperpanjang Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi menjadi 14 hari, terhitung dari tanggal 12 hingga 25 agustus 2018.

Data yang dihimpun Dompet Dhuafa memperkirakan Gempa yang melanda wilayah  Nusa tenggara Barat telah mengakibatkan 67.875 unit rumah rusak, serta merusakkan 468 sekolah.

Sejak hadir dalam respon bencana di Lombok 29 Juli 2018 lalu, Dompet Dhuafa telah melakukan aktivitas pendidikan di sejumlah titik pengungsian. Sebab, gempa berkekuatan lebih dari 6,2 skala richter yang mengguncang berturut-turut tanggal 29 Juli 2018, dan 5 Agustus 2018, membuat banyak fasilitas sekolah mengalami kerusakan yang cukup parah.

Oleh karena itu, Dompet Dhuafa menginisiasi Program Pendidikan dengan mendirikan Sekolah Darurat di sejumlah titik lokasi bencana di Lombok.

“Di Sekolah Darurat ini, belum dilakukan kegiatan belajar mengajar layaknya di sekolah pada umumnya. Sekolah Darurat melakukan pendekatan kepada anak-anak. melalui permainan bahkan berkenalan dengan pantun” ujar Koordinator Sekolah Darurat di Dusun Kopang, Kabupaten Lombok Tengah Febri Reviani, ahad (12/8).

Tujuannya tentu saja, untuk membuat anak-anak tidak trauma pasca gempa. Selain itu, program Sekolah Darurat ini juga dirasakan sangat bermanfaat bagi orangtua siswa. Seperti yang diutarakan Fatimah, warga Dusun Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.

“Sejak gempa, anak-anak tidak sekolah. Bagaimana mau sekolah, ruang kelas mereka hancur,” kata Fatimah.

“Ketika kami mengetahui Dompet Dhuafa mendirikan Sekolah Darurat, Alhamdulillah saat ini anak saya sudah kembali ceria, saya dan ibu-ibu disini berharap Dompet Dhuafa hadir setiap hari untuk menghibur dan mengajar anak-anak kami,” tambah Fatimah. (Tio/Kontributor).

See also  RS Dompet Dhuafa Terima Wakaf 100 Unit Mammogram dari Yayasan MGPI
Tags: dompet dhuafagempa lombok
Previous Post

Kembangkan Usaha, Pelaku WP Antusias Sambut Program Bantuan Modal dari Kemenkop dan UKM

Next Post

Pindah ke Narmada, MER-C Lanjutkan Operasi Korban Gempa Lombok

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks