IBADAH.ID, MAKKAH – Sejumlah pejabat Dari Kementrian Agama bersama tim PPIH Arab Saudi melakukan kunjungan ke Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) untuk memastikan
kesiapan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan puncak ibadah haji pada 8-10 Dzulhijjah mendatang.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis meninjau langsung semua kelengkapan fasilitas dari mulai tenda, tempat tidur hingga kelengkapan fasilitas yang disediakan di toilet, seperti sabun cair dan shampoo.
“Tenda tenda di Arafah telah disiapkan lengkap dengan alat pendingin ruangan dan alat penerangan. Jumlah toilet juga telah ditambah. Kapasitas tenda per lokal untuk reguler mampu menampung 150 jemaah,” kata Sri Ilham usai meninjau kesiapan di Armina beberapa waktu lalu.
Guna memperlancar arus kendaraan keluar dari Muzdalifah menuju Mina, peraturan “first in first out” akan diberlakukan. Artinya bis yang tiba pertamadi Muzdalifah akan keluar pertama juga menuju Mina. Bis-bis yang akan membawa jemaah ke Mina disediakan oleh pihak Muassasah.
Untuk jamaah haji Indonesia telah disiapkan 74 maktab. Setiap satu maktab menyediakan satu buah pintu gerbang masuk dan keluar. Hal ini dimaksudkan agar mempermudah pergerakan jemaah ketika meninggalkan Muzdalifah.
Pihak Muassasah Al Muthawifi untuk Asia Tenggara meminta pihak PPIH Arab Saudi menjelaskan kepada jamaah agar tidak membuang sampah di dalam toilet.
Untuk mengendalikan volume sampah, pihak Muassasah akan menyediakan kantong kantong sampah khusus dalam jumlah yang sangat besar
Selain Sri Ilham, turut serta melakukan peninjauan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis Direktur Pelayanan Haji DN Ahda Baruri, Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Romadlon Harisman, Ketua PPIH Arab Saudi Ahmad Dumyathi Bashori, Ketua Daker Mekkah Endang Jumali, KepalaDaker Bandara Arsyad Hidayat dan Kepala Daker Madinah Mukhammad Hani.
