Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Baznas Perkuat Program Pemberdayaan, Pengelolaan Zakat Tak Lagi Berfokus pada Santunan

Abi Abdul Jabbar Sidik
27 July 2026 | 09:30
rubrik: Islamika, ZIS & Wakaf
Baznas Perkuat Program Pemberdayaan, Pengelolaan Zakat Tak Lagi Berfokus pada Santunan

Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid menerima cendera mata dari Bandara Umum MUI, KH Misbahul Ulum, seusai memaparkan capaian dan program Baznas pada Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Foto: MUI Digital

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mulai mengarahkan pengelolaan zakat nasional ke pendekatan yang lebih berkelanjutan dengan memperbesar porsi program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pergeseran tersebut dilakukan agar dana zakat tidak hanya berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik secara jangka panjang.

Arah baru itu disampaikan Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, saat memaparkan capaian dan program Baznas dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Sodik, program Baznas saat ini dibangun melalui tiga pilar utama, yakni santunan, distribusi pendayagunaan, dan distribusi pemberdayaan. Ketiganya tetap berjalan, namun fokus ke depan diarahkan pada peningkatan program pemberdayaan.

“Bagaimana peran Baznas sebagai salah satu pilar ekonomi syariah di dalam membangun pemerataan dan dalam membangun kesejahteraan, kami bagi program Baznas menjadi tiga bagian utama. Satu adalah santunan, begitu Pak. Jangan menyantuni tapi harus meningkat kepada pendayagunan dan pemberdayaan,” ujarnya.

Santunan Tetap Berjalan, Jangkau Lebih dari 1,2 Juta Penerima

Sodik menjelaskan, program santunan masih menjadi bagian penting dari layanan Baznas, terutama bagi fakir miskin dan korban bencana di berbagai daerah.

Program tersebut telah menjangkau 1.233.000 jiwa di 34 provinsi dengan total anggaran mencapai Rp1,399 triliun, menjadikannya program dengan jumlah penerima manfaat terbesar.

“Itu santunan itu ada di berapa kota? Ada di 34 provinsi, ada di ratusan kota. Apa bentuknya? Bentuknya adalah ada sembako, ada program bantuan, dan lain-lain. Ini adalah santunan,” katanya.

Selain santunan, Baznas terus mengembangkan program distribusi pendayagunaan yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program produktif.

Menurut Sodik, program tersebut telah menjangkau 42.514 jiwa di 34 provinsi dengan anggaran sebesar Rp490 miliar.

See also  Tata Cara dan Hukum Puasa Arafah Jelang Idul Adha 2025, Ini Panduannya!

Berbagai program yang dijalankan antara lain Z-Chicken di 56 kabupaten/kota, Z-Auto di 90 kabupaten/kota, Santripreneur di 201 kabupaten/kota, Balai Ternak di 14 kabupaten/kota, serta program Microfinance yang telah berjalan dalam 31 badan usaha.

“Yang kedua, yang kami mulaikan adalah distribusi pendayagunan. Ada di 100 kabupaten dan kota. Z-Chicken ada di 56 kota-kabupaten. Z-Auto ada di 90 kota-kabupaten. Santrepreneur ada di 201 kota-kabupaten. Dan seterusnya, Balai Ternak ada di 14 kabupaten-kota. Microfinance ada di 31 bentuk badan, dan lain-lain. Ini adalah program Baznas dalam bentuk pendayagunan,” urainya.

Pemberdayaan Jadi Fokus Utama Baznas

Sodik mengatakan, program pemberdayaan kini menjadi fokus utama Baznas karena dinilai mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Program tersebut telah menjangkau sekitar 345 ribu jiwa di 26 provinsi dengan anggaran mencapai Rp1,76 triliun. Sejumlah program yang dijalankan meliputi layanan pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

“Nah, terakhir Bapak-Bapak. Ini yang sekarang kami tekankan, yakni distribusi pemberdayaan. Ada BSI Swacendikia, anggarannya Rp235 juta sampai Rp2.3 miliar sampai saat ini. Ada rumah sehat Baznas, dan lain-lain. Ini adalah bentuk kami. Ada kesantunan, ada pendayagunan, ada pemberdayaan,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Sodik juga menyoroti keterbatasan dukungan anggaran dari pemerintah terhadap operasional Baznas.

Ia menyebut, pada tahun ini Baznas hanya menerima alokasi Rp22 miliar dari APBN, sementara target penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang harus dicapai mencapai Rp1,5 triliun.

“Bantulah kami, doakanlah kami agar bisa dipercaya lebih banyak, agar kami bisa memberi lebih banyak kepada umat melalui delapan mustahiknya. Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” harapnya.

Tags: baznasMustahikpemberdayaan umatpengelolaan zakatzakat nasionalzakat produktif
Previous Post

Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik dalam Peradilan

Next Post

Baznas Integrasikan Data Mustahik Nasional, Bidik Penyaluran Zakat yang Lebih Tepat Sasaran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks