Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

LPAI-Dompet Dhuafa, Sediakan Ruang Belajar Bagi Anak-Anak Korban Gempa di Lombok

Abi Abdul Jabbar Sidik
2 August 2018 | 22:15
rubrik: ZIS & Wakaf
LPAI-Dompet Dhuafa, Sediakan Ruang Belajar Bagi Anak-Anak Korban Gempa di Lombok
Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, LOMBOK – Di hari keempat pasca terjadinya gempa di Sembalun yang meninggalkan pilu bagi warganya, sekitar puluhan anak-anak antusias mengikuti kegiatan bermain dan belajar dalam tema pemulihan psikologis dari tim respon dukungan psikologis Dompet Dhuafa.

(Kamis, 2/08) Kak Seto dan Kak Heni melalui Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) berkolaborasi dengan para relawan praktisi psikologi DD mengunjungi sejumlah posko yang berada di kawasan Sembalun.

“Hari ini Dompet Dhuafa bersama Kak Seto memberikan support dukungan psikologis  kepada anak-anak korban gempa dengan cara memberikan materi baik dongeng maupun bermain hingga edukasi mengenai bencana yang terjadi, hal ini diharapkan untuk mengurangi dampak trauma pada anak-anak karena bencana khususnya gempa di Lombok”, ucap Maya Sita Darlina, Spsi, Psikolog selaku aktivis kemanusiaan DD dan Koordinator  Respon Dukungan Psikologis Bencana Sembalun.

Melalui sekolah ceria ramah anak, Dompet Dhuafa  support untuk membuat anak anak mampu beradaptasi untuk segera kembali bersemangat ke sekolah.

Kak Seto dan Kak Maya hari ini melakukan sharing parenting sebagai bagian dari program  Pshycological First Aid (PFA) DD kepada para ibu dan ayah serta perwakilan sekolah agar bisa memahami bagaimana secara bersama sama anak orang tua dan guru  menghadapi situasi pasca bencana  yang mengakibatkan stres  sehingga dapat mendampingi anak anak mereka semangat kembali.

Dompet Dhuafa memahami support psikologis membutuhkan waktu . Untuk itu dalam design PFA Dompet Dhuafa juga melibatkan warga lokal untuk diedukasi guna meneruskan program healing di waktu berikutnya.

“Warga lokal diedukasi tentang bagaimana membuat program fun education sesuai klasifikasi usia dan diedukasi tentang bagaimana menjadi orang tua idola anak anak dalam berbagai situasi”, lanjut Kak Maya lebih lanjut. Tips tentang bagaimana membuat anak anak semangat sekolah, menjaga kebersihan dan menanamkan nilai kebaikan disampaikan kepada para orang tua.

See also  LAZISMU dan IDI Resmikan Rumah Singgah Pasien untuk Pasien Duafa

“Perlunya pendampingan psikologis bagi anak-anak pasca bencana dan keluarga menjadi benteng utama. Untuk memulihkan trauma psikologis perlu treatment psikologis khusus sesuai dengan masalah yang ditimbulkan, apa yang telah dilakukan Dompet Dhuafa sangat mengagumkan”, kata Kak Seto disela-sela menghibur anak-anak pasca gempa yang terjadi.

Selain itu, kegiatan Dompet Dhuafa juga didukung oleh mobil Darling (Dapur Keliling) yang akan mendistribusikan makanan sehat bergizi seperti bubur kacang ijo dan roti bagi para pengungsi utamanya anak-anak. Tio/ Kontributor

Tags: dompet dhuafagempa lombokkak SetoLPAI
Previous Post

Bukalapak Jalin Kerja Sama Pelatihan UKM Goes Digital ke Muhammadiyah

Next Post

Jenazah Sopir Bus Indonesia Korban Lakalantas Dimakamkan di Mekkah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks