Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Berapa Jumlah Kerikil Yang Dibutuhkan saat Ritual Lempar Jumrah? Ini Hitungannya

Abi Abdul Jabbar Sidik
18 May 2026 | 18:00
rubrik: Haji & Umrah, Manasik
Jadwal Lempar Jumrah Diperketat, Mustasyar Dini Minta Jamaah Taat demi Keselamatan

Jemaah haji melakukan prosesi melontar jumrah. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Di tengah lautan manusia yang memadati Mina setiap musim haji, ada satu ritual yang selalu menyita perhatian: lempar jumrah. Di tangan para jemaah, butiran kerikil kecil berubah menjadi simbol perlawanan terhadap godaan setan, meneladani jejak spiritual Nabi Ibrahim AS.

Sekilas, ritual ini tampak sederhana—sekadar melempar batu ke tiga titik tertentu. Namun di baliknya, ada aturan manasik yang rinci, termasuk soal jumlah kerikil yang wajib disiapkan. Tak sedikit calon jemaah yang masih kebingungan: sebenarnya berapa butir batu yang dibutuhkan selama prosesi lempar jumrah?

Jawabannya bergantung pada pilihan manasik yang dijalani jemaah: nafar awal atau nafar tsani.

Ritual yang Berakar dari Kisah Nabi Ibrahim

Lempar jumrah bukan sekadar aktivitas fisik.

Ibadah ini memiliki akar sejarah yang sangat kuat dalam tradisi Islam.

Dalam berbagai riwayat, ritual ini dikaitkan dengan kisah Nabi Ibrahim AS ketika mendapat perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

Dalam perjalanan menjalankan perintah tersebut, Nabi Ibrahim disebut mendapat godaan dari setan agar mengurungkan niatnya.

Namun godaan itu ditolak.

Sebagai bentuk perlawanan, Nabi Ibrahim melempar setan dengan batu.

Dari peristiwa inilah, ritual lempar jumrah kemudian disyariatkan dalam ibadah haji.

Kini, jutaan jemaah mengulang simbol tersebut setiap tahun di Mina sebagai bentuk ketundukan kepada Allah sekaligus perlawanan terhadap hawa nafsu dan godaan setan.

Di Mana Lempar Jumrah Dilakukan?

Ritual ini dilaksanakan di kawasan Mina, salah satu lokasi utama dalam rangkaian manasik haji.

Ada tiga titik lempar jumrah:

  • Jumrah Ula (Sugra)
  • Jumrah Wustha
  • Jumrah Aqabah (Kubra)

Masing-masing memiliki urutan dan waktu pelaksanaan tertentu.

Berapa Jumlah Kerikil yang Dibutuhkan?

Jumlah kerikil tergantung apakah jemaah memilih nafar awal atau nafar tsani.

Hari Pertama: 10 Zulhijah

See also  PPIH Siapkan Safari Wukuf Jemaah Sakit

Pada Hari Raya Idul Adha atau 10 Zulhijah, jemaah hanya melempar Jumrah Aqabah.

Jumlahnya: 7 butir kerikil

Hari Tasyrik: 11 Zulhijah

Pada hari berikutnya, jemaah melempar seluruh tiga jumrah.

Rinciannya:

  • Jumrah Ula: 7 kerikil
  • Jumrah Wustha: 7 kerikil
  • Jumrah Aqabah: 7 kerikil

Total: 21 butir kerikil

Hari Tasyrik: 12 Zulhijah

Jika jemaah memilih nafar awal (meninggalkan Mina lebih cepat), maka pada hari ini kembali melempar tiga jumrah:

  • Jumrah Ula: 7 kerikil
  • Jumrah Wustha: 7 kerikil
  • Jumrah Aqabah: 7 kerikil

Total: 21 butir kerikil

Sehingga total keseluruhan: 7 + 21 + 21 = 49 butir

Hari Tasyrik: 13 Zulhijah

Bagi jemaah yang memilih nafar tsani (tetap di Mina hingga hari terakhir), mereka kembali melempar tiga jumrah:

  • Jumrah Ula: 7 kerikil
  • Jumrah Wustha: 7 kerikil
  • Jumrah Aqabah: 7 kerikil

Total: 21 butir kerikil

Sehingga total keseluruhan: 7 + 21 + 21 + 21 = 70 butir

Rincian Lengkap Jumlah Kerikil

Jika Nafar Awal:

  • 10 Zulhijah: 7 kerikil
  • 11 Zulhijah: 21 kerikil
  • 12 Zulhijah: 21 kerikil

Total: 49 kerikil

Jika Nafar Tsani:

  • 10 Zulhijah: 7 kerikil
  • 11 Zulhijah: 21 kerikil
  • 12 Zulhijah: 21 kerikil
  • 13 Zulhijah: 21 kerikil

Total: 70 kerikil

Seperti Apa Kerikil yang Digunakan?

Kerikil untuk lempar jumrah bukan batu besar.

Yang digunakan adalah batu kecil seukuran ujung jari atau kurang lebih sebesar biji kacang.

Biasanya jemaah mengambilnya di:

  • Muzdalifah
  • sekitar Mina

Ukuran kecil ini menegaskan bahwa inti ritual bukan pada kekuatan lemparan.

Bukan pula soal mengenai sasaran dengan keras.

Yang utama adalah menjalankan syariat sesuai tuntunan.

Ujian Kesabaran di Tengah Jutaan Manusia

Lempar jumrah menjadi salah satu momen paling menantang dalam ibadah haji.

Jutaan manusia bergerak menuju lokasi yang sama dalam rentang waktu tertentu.

See also  Kemenhaj Saudi Imbau Jemaah Lakukan Tahallul di Tempat Cukur Resmi, Ini Alasannya!

Karena itu, ritual ini bukan hanya ujian fisik, tetapi juga ujian mental dan kesabaran.

Jemaah dituntut:

  • tetap tertib
  • tidak saling mendorong
  • mematuhi arahan petugas
  • menjaga keselamatan diri dan orang lain

Sebab esensi ibadah bukan sekadar menyelesaikan ritual, tetapi juga menjaga akhlak selama menjalaninya.

Bukan Batu yang Dilawan, Tapi Godaan dalam Diri

Pada akhirnya, lempar jumrah bukan soal melempar kerikil ke tiang.

Ritual ini adalah simbol perlawanan terhadap bisikan setan, hawa nafsu, kesombongan, amarah, dan segala hal yang menjauhkan manusia dari Allah SWT.

Kerikil yang dilempar mungkin kecil.

Tetapi makna spiritualnya sangat besar.

Tags: JamaratkerikilLempar Jumrahmanasik hajiPuncak Hajirukun hajiwajib haji
Previous Post

Mengenal Wukuf di Arafah sebagai Rukun Utama Ibadah Haji

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks