Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Lengkap! Ini Panduan dan Tata Cara Sa’i yang Benar Beserta Bacaan Doanya

Abi Abdul Jabbar Sidik
11 May 2026 | 16:09
rubrik: Haji & Umrah, Manasik
Kemenhaj Saudi Imbau Jemaah Gunakan Pelindung Kaki Saat Jalani Ibadah Umrah

Bukit Safa, titik awal pelaksanaan Sa'i. (foto:Kemenhaj Saudi)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Sa’i menjadi salah satu momen paling menguras tenaga sekaligus penuh makna dalam rangkaian ibadah haji dan umrah. Di tengah padatnya jemaah yang berjalan bolak-balik antara Bukit Safa dan Marwah, tersimpan jejak perjuangan Siti Hajar saat mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS.

Karena itu, sa’i bukan sekadar berjalan kaki tujuh putaran. Di dalamnya terdapat simbol ikhtiar, tawakal, kesabaran, dan pengharapan total kepada Allah SWT. Tak heran bila para ulama menganjurkan jemaah memperbanyak zikir dan doa selama melaksanakan sa’i.

Dalam Buku Tuntunan Manasik Haji terbitan Kementerian Haji dan Umrah RI dijelaskan bahwa secara bahasa, sa’i berarti “berjalan” atau “berusaha”. Sedangkan secara istilah, sa’i adalah berjalan dari Bukit Safa menuju Bukit Marwah sebanyak tujuh kali dengan tata cara tertentu.

Menurut mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali, sa’i termasuk rukun haji yang wajib dilakukan. Artinya, ibadah haji tidak sah bila seseorang meninggalkannya. Sementara mazhab Hanafi menyebut sa’i sebagai wajib haji yang bila ditinggalkan mewajibkan dam atau denda.

Lalu bagaimana tata cara sa’i yang benar dan doa-doa yang dianjurkan dibaca di setiap lokasi?

Tata Cara Sa’i yang Perlu Dipahami Jemaah

Sebelum membaca doa-doanya, jemaah perlu memahami tata cara sa’i terlebih dahulu agar ibadah berjalan sesuai tuntunan.

  1. Dimulai dari Bukit Safa dan Berakhir di Bukit Marwah

Jemaah dapat melaksanakan sa’i setelah melakukan tawaf ifadah. Jemaah memulai pelaksanaan sa’i dari Bukit Safa menuju Bukit Marwah dengan berjalan biasa, tetapi jemaah lelaki disunahkan berjalan cepat atau berlari-lari kecil di titik tertentu yakni di sepanjang lampu hijau. Adapun jemaah perempuan tidak disunahkan berlari-lari kecil.

  1. Menyempurnakan Tujuh Kali Perjalanan

Perjalanan dari Bukit Safa ke Bukit Marwah dan sebaliknya dihitung satu kali perjalanan. Pengerjaan sa’i dilakukan secara berturut-turut (muwalat) tanpa berhenti kecuali ada uzur.

  1. Membaca Ayat Al-Qur’an dan Berdoa
See also  Prabowo Pastikan Biaya Haji 2026 Turun Meski Harga Avtur Naik

Dalam perjalanan antara Bukit Safa dan Bukit Marwah, jemaah haji disunahkan berzikir kepada Allah SWT, membaca ayat-ayat Al-Qur’an, dan berdoa untuk keselamatan dunia akhirat.

Bacaan Doa Sa’i

Doa Ketika Pertama Kali Mendekati Safa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَرَسُولُهُ إِنَّ الصَّفَا والْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أو اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا، وَمَنْ تَطوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ. أَبْدَأَ بِمَا بَدَأ اللَّهُ بِهِ وَرَسُولُهُ

Bismillahirrahmaanirrahiim wa rasuluh. Innash shofaa wal marwata min sya’airillah, fa man hajjal baita awi’ tamara falaa junaaha ‘alaihi an yat thouwwada bihimaa, wa man tathouwwa’a khoiron fa innallaha syaakirun ‘aliim. Abda’u bimaa bada’allahu bihi wasuluh.

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui. Aku memulai sa’i dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya memulai.”

Doa di Atas Bukit Safa Ketika Menghadap Ka’bah

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ. اَللَّهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا الْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا. لَا إِلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لاَشَريكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْيْ قَدِيْرٌ. أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ وَالْحَمْدُ لله رب العالمين

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar walilahil hamd. Allahuakbar ‘alaa maa hadaanal hamdullahi ‘alaa maa aulaana. Laa ilaaha illallahu wahdahulaa syariikalah, lahulmulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai’in qodiir. An jaza wa’dahu wa nashara ‘abdahu wahazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaha illallahu walaa na’budu illa iyyahu muhlisiina lahuddaina wa laukarihal kaafiruuna walhamdulillahi robbil ‘alamiin.

See also  Saudi Buka Pendaftaran Haji 2024 bagi Jemaah Dalam Negeri, Segini Biayanya!

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian, Dia berkuasa atas segala sesuatu. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan kepatuhan semata kepada-Nya walaupun orang-orang kafir membenci, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam.”

Doa Setiap Mendekati Safa dan Marwah

إنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَواعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطْوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Innash shafaa wal marwata min sya’airillah, fa man hajjal baita awi’tamara fa laa junaaha ‘alaihi an yath thawwafa bihimaa wa man tathawwa’a khairan fa innallaha syaakirun ‘aliim.

Artinya: “Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.”

Doa di Antara Dua Pilar Hijau/Sepanjang Lampu Hijau

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لا نَعْلَمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأُخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbighfir warham wa’fu wa takarram, wa tajaawaz ammaa ta’lam innaka ta’lamu maa laa na’lamu. Allahummaghfir warham innaka antal aa’azzul akram. Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waqina adzaa bannaar.

See also  Arab Saudi: Tahun 2024, Kuota Haji Indonesia 221.000 Jemaah

Artinya: “Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkan dan bermurah hatilah serta hapuslah apa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkau tahu apa yang kami sendiri tidak tahu. Ya Allah ampuni dan sayangilah (kami), sesungguhnya Engkau adalah Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah. Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan lindungilah kami dari azab api neraka.”

Doa di Bukit Marwah setelah Sa’i

اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَعَلَى طَاعَتِكَ وَشُكْرِكَ أَعِنَّا وَعَلَى غَيْرِكَ لَا تَكِلْنَا وَعَلَى الْإِيْمَانَ وَالْإِسْلَامِ الكَامِل جَمِيْعًا تَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِيْ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِيْ وَارْحَمْنِيْ أَنْ أَتَكَلَّفَ مالايَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسَنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allahumma rabbanaa taqabbal minna wa’aafinaa wa’fu ‘anna, wa ‘alaa tha’atika wa syukrika a’inna, wa ‘alaa ghairika laa takilnaa wa ‘alaal iimani wal islaamil kaamili jamii’an tawaffanaa wa anta raadhin ‘annaa. Allahummarhamnii bitarkil ma’aasii abadan maa abqaitanii warhamnii an atakallafa maa laa ya’niinii warzuqnii khusnan nadhori fiimaa yurdhiika ‘annaa yaa arhamar raahimiin.

Artinya: “Ya Allah kami mohon terimalah doa dan amalan kami, lindungi dan ampunilah kami berilah pertolongan kepada kami untuk taat dan bersyukur kepada-Mu. Janganlah Engkau jadikan kami bergantung selain kepada-Mu. Matikanlah kami dalam Islam yang sempurna dalam keridhaan-Mu. Ya Allah rahmatilah diri kami sehingga mampu meninggalkan segala kejahatan selama hidup kami, dan rahmatlah diri kami sehingga tidak berbuat hal yang tidak berguna. Karuniakanlah kepada kami keridhaan-Mu. Wahai Tuhan yang bersifat Maha Pengasih Yang Penyayang.”

Tags: bukit marwahbukut safaHajimanasikpanduan haji umrahrukun hajiRukun UmrahSa'iUmrah
Previous Post

Ketika Pertama Kali Melihat Ka’bah, Bacalah Doa Ini!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks