IBADAH.ID, JAKARTA – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menggelar diskusi media bertema Ekonomi Pasar Pancasila dan Pemberdayaan Ekonomi Umat, di kantor operasional ICMI, Menteng, Jakarta, Rabu (11/7).
Menurut Ketua Umum ICMI Prof Jimly Asshidiqie, ekonomi yang berlandaskan Pancasila adalah kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, seperti peningkatan kualitas pertanian, tenaga kerja, industri, perbankan dan sektor lainnya.
“Jadi ada tujuan untuk mengembangkan sektor ekonomi yang dikelola masyarakat untuk kemaslahatan masyarakat juga,” ujar Jimly.
Pemerintah, kata Jimly, juga tak boleh mengabaikan sisi kualitas daya saing manusia Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang menganut Pancasila. Sehingga nantinya mampu mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.
“Kita juga sudah harus mengarah serius untuk menciptakan wirausahawan muda. Generasi milineal berpotensi dicetak menjadi wirausahawan muda kreatif. Ditanamkan nilai Pancasila,” kata Jimly.
Sementara itu, Soetrisno Bachir yang juga menjadi pembicara mengungkapkan, kepentingan ekonomi nasional mempunyai tolak ukur penerapannya. Soetrisno Bachir berpendapat, harus ada prioritas pembangunan ekonomi agar mencegah terjadinya gejolak.
“Konsumen itu adalah org Indonesia maka harus mengutamakan kepentingan nasional. Keadilan ekonomi harus melalui program bukan diserahkan ke pasar. Kalau tidak muncul kesenjangan sosial,” ujar Soetrisno Bachir. (Tio / Kontributor)
