MADANINEWS.ID, MAKKAH – Digitalisasi layanan haji terus diperkuat pada musim haji 2026. Jemaah haji Indonesia kini dapat melaporkan berbagai kendala selama berada di Tanah Suci melalui aplikasi Kawal Haji, yang dirancang sebagai kanal pelaporan terpadu berbasis digital.
Aplikasi ini dihadirkan untuk mempercepat respons terhadap berbagai persoalan operasional yang dihadapi jemaah, mulai dari layanan dasar hingga situasi darurat.
Kanal Pelaporan Terpadu untuk Berbagai Layanan
Pelaksana Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Urusan Haji KJRI Jeddah, Ali Sadikin, mengatakan aplikasi Kawal Haji dapat dimanfaatkan baik oleh jemaah maupun petugas.
“Jamaah bisa melaporkan terkait beberapa layanan, misalnya konsumsi, akomodasi, transportasi, orang hilang, barang hilang, informasi kesehatan, bimbingan ibadah, dan hal lain yang berkaitan dengan operasional haji,” kata Ali di Makkah, Arab Saudi, Minggu.
Menurutnya, kehadiran aplikasi ini menjadi solusi untuk mempercepat penanganan berbagai kebutuhan layanan jemaah di lapangan.
Sistem Terbuka, Jemaah Bisa Saling Bantu
Ali menjelaskan, Kawal Haji mengusung konsep crowdsourcing, di mana seluruh laporan yang masuk dapat dipantau secara terbuka oleh pengguna lain tanpa proses penyaringan dari admin.
“Sistemnya transparan. Semua orang bisa melapor dan menanggapi. Jadi, tidak hanya petugas yang bisa menjawab, jamaah yang memiliki informasi valid dan sangat membantu bagi jamaah lain juga bisa memberikan informasi di situ,” ujar Ali.
Dengan sistem ini, komunikasi tidak hanya berjalan satu arah, tetapi juga memungkinkan jemaah saling berbagi informasi yang relevan.
Kehadiran Kawal Haji juga dinilai mampu mengintegrasikan layanan antarpetugas. Laporan yang masuk dapat langsung diteruskan kepada petugas yang memiliki kewenangan sesuai bidangnya.
Hal ini menjadi penting ketika jemaah menghadapi kendala yang tidak dapat ditangani langsung oleh petugas di lokasi.
Akses Mudah Tanpa Perlu Unduh Aplikasi
Dari sisi aksesibilitas, Kawal Haji dirancang agar mudah digunakan tanpa membebani perangkat pengguna. Aplikasi ini tidak perlu diunduh melalui toko aplikasi.
“Kawal Haji bisa diakses via browser di alamat kawal.haji.go.id, baik di perangkat Android, iOS, maupun desktop. Nanti masing-masing pengguna bisa menambahkan aplikasinya ke layar utama gawainya,” kata Ali.
Teknologi yang digunakan adalah Progressive Web Application (PWA), sehingga pengguna cukup mengakses melalui peramban internet dan tetap bisa menyimpannya di layar utama perangkat.
