MADANINEWS.ID, JAKARTA – Kesadaran masyarakat untuk berinvestasi secara halal terus meningkat. Seiring berkembangnya teknologi finansial, investasi saham syariah kini makin mudah diakses, bahkan oleh pemula, lewat berbagai aplikasi investasi yang tersedia secara online.
Saham syariah menjadi pilihan bagi investor yang ingin menumbuhkan aset tanpa meninggalkan prinsip-prinsip Islam. Selain sesuai syariat, instrumen ini juga dinilai memiliki fondasi fundamental yang relatif terjaga karena melalui proses seleksi yang ketat.
Apa Itu Saham Syariah?
Saham syariah adalah saham perusahaan yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip Islam. Artinya, perusahaan tersebut tidak bergerak di sektor yang dilarang seperti perjudian, minuman keras, riba, atau produk haram lainnya.
Selain aspek bisnis, perusahaan juga wajib memenuhi rasio keuangan tertentu, salah satunya terkait batas maksimal utang berbunga. Proses penyaringan dan evaluasi saham syariah dilakukan secara berkala oleh otoritas terkait.
Kriteria Saham Syariah
Tidak semua saham di pasar modal dapat dikategorikan sebagai saham syariah. Setidaknya ada dua kriteria utama yang harus dipenuhi:
1. Bebas Unsur Riba
Perusahaan harus menjaga rasio utang berbunga di bawah ambang batas yang ditetapkan. Pendapatan dari bunga juga tidak boleh melebihi ketentuan yang berlaku.
2. Tidak Bergerak di Sektor Haram
Perusahaan dilarang menjalankan usaha seperti perjudian, produksi minuman keras, produk berbasis babi, tembakau, serta jasa keuangan konvensional berbasis bunga. Sebaliknya, sektor perbankan syariah diperbolehkan.
Indeks Saham Syariah di Indonesia
Di Bursa Efek Indonesia, saham syariah dikelompokkan ke dalam beberapa indeks, antara lain:
-
Indeks Saham Syariah Indonesia – mencakup seluruh saham syariah yang tercatat di BEI.
-
Jakarta Islamic Index – berisi 30 saham syariah paling likuid dan berkapitalisasi besar.
Daftar saham syariah ini bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi sekuritas, termasuk platform seperti Ajaib, yang biasanya sudah menyediakan filter atau label khusus saham syariah.
Cara Membeli Saham Syariah
Secara teknis, proses membeli saham syariah hampir sama dengan saham konvensional. Berikut langkah-langkah dasarnya:
1. Pilih Aplikasi Saham Syariah
Gunakan aplikasi sekuritas yang berizin Otoritas Jasa Keuangan dan menyediakan layanan saham syariah.
2. Registrasi Akun
Siapkan e-KTP dan data diri. Proses pembukaan rekening efek syariah serupa dengan rekening saham biasa dan dilengkapi Rekening Dana Nasabah (RDN).
3. Setor Dana Awal
Isi saldo RDN melalui transfer bank. Investor pemula bisa memulai dari nominal kecil untuk tahap belajar.
4. Pilih Saham Syariah
Gunakan filter indeks ISSI atau JII di aplikasi untuk memudahkan pencarian saham sesuai prinsip syariah.
5. Lakukan Pembelian
Tentukan jumlah pembelian (1 lot = 100 lembar saham), lalu konfirmasi transaksi.
Keunggulan Investasi Saham Syariah
Berinvestasi di saham syariah tidak hanya soal kepatuhan agama, tetapi juga menawarkan sejumlah nilai tambah:
Ketenangan Spiritual
Investor dapat berinvestasi tanpa rasa khawatir karena dana ditempatkan pada instrumen yang halal.
Seleksi Perusahaan Lebih Ketat
Proses penyaringan otomatis mengeliminasi perusahaan dengan utang berbunga berlebihan atau bisnis berisiko tinggi.
Performa Kompetitif
Indeks saham syariah, seperti JII, menunjukkan bahwa saham syariah mampu bersaing dengan indeks konvensional dalam jangka panjang.
Diversifikasi Alami
Melalui indeks seperti ISSI, portofolio investor tersebar ke berbagai sektor usaha yang sesuai prinsip syariah.
Investasi saham syariah memberi ruang bagi pemula untuk mulai berinvestasi secara bertahap, terukur, dan selaras dengan nilai keimanan. Dengan memahami kriteria saham syariah, mengenal indeks yang tersedia, serta memilih aplikasi investasi yang tepat, masyarakat dapat menumbuhkan aset tanpa mengesampingkan prinsip keberkahan.
