MADANINEWS.ID, JAKARTA – Utang sering kali menjadi persoalan yang sunyi namun menghimpit. Ia tidak selalu tampak di permukaan, tetapi perlahan menggerus ketenangan jiwa. Dalam kehidupan modern, tekanan ekonomi kerap membuat seseorang terpaksa berutang, bahkan tak jarang kesulitan untuk melunasinya meski kemampuan sudah ada.
Islam memandang utang sebagai perkara serius. Fikih telah mengatur dengan tegas bahwa setiap pinjaman adalah amanah yang wajib ditunaikan selama seseorang mampu. Mengabaikan kewajiban ini, meski terlihat sepele, dapat berujung pada persoalan moral dan spiritual yang besar.
Di tengah situasi semacam itu, Rasulullah ﷺ tidak hanya mengingatkan tentang tanggung jawab utang, tetapi juga menunjukkan jalan langit: doa-doa yang diajarkan kepada para sahabat sebagai ikhtiar agar terbebas dari jerat utang dan dilapangkan rezekinya.
Doa Pertama: Perlindungan dan Harapan akan Kebaikan
Dalam sebuah riwayat dari Hisyam bin Abdullah bin Zubair, diceritakan bahwa Umar bin Khattab pernah mengalami kesulitan. Ia mendatangi Nabi ﷺ dan meminta agar diperintahkan membeli sekantong kurma. Namun Rasulullah justru menawarkan sesuatu yang lebih bernilai: untaian doa.
Rasulullah ﷺ kemudian membacakan doa berikut:
اَللّٰهُمَّ احْفَظْنِى بِالْاِسْلَامِ قَاعِدًا وَاحْفَظْنِى بِالْاِسْلَامِ رَاقِدًا وَلَا تُطْمِعْ فِيَّ عَدُوًّا وَلَا حَاسِدًا وَاَعُوْذُ بِكَ مِمَّا اَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ وَاَسْأَلُكَ مِنَ اْلخَيْرِ الَّذِى هُوَ بِيَدِكَ كُلِّهِ
“Ya Allah, jagalah Islam dariku saat duduk maupun tidur. Dan jadikan ambisi musuh dan orang yang dengki menimpa diriku. Aku berlindung kepada-Mu dari apa yang Engkau ambil daripadanya. Dan aku memohon akan kebaikan yang seluruhnya berada dalam genggaman-Mu.”
Doa ini mengajarkan ketergantungan penuh kepada Allah, bukan hanya dalam urusan rezeki, tetapi juga perlindungan dan keteguhan iman.
Doa Kedua: Jalan Keluar dari Kesempitan
Doa berikutnya diriwayatkan oleh Sayyidatuna Aisyah r.a. Ia menuturkan bahwa ayahnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a., menerima sebuah doa dari Rasulullah ﷺ. Doa ini istimewa karena juga pernah diajarkan Nabi Isa a.s. kepada para Hawariyyin.
Abu Bakar r.a. berkata kepada Aisyah, “Sekalipun utangmu sebesar Gunung Uhud, Allah pasti akan membayarnya.”
Doa tersebut berbunyi:
اَللّٰهُمَّ فَارِجَ الْهَمِّ كَاشِفَ اْلغَمِّ مُجِيْبَ دَعْوَةِ اْلمُضْطَرِّيْنَ رَحْمَانَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا اَنْتَ تَرْحَمْنِىْ فَارْحَمْنِىْ رَحْمَةً تُغْنِيْنِىْ بِهَا عَمَّنْ سِوَاكَ
“Ya Allah, Dzat yang menghilangkan kegelisahan dan kesedihan. Dzat yang mengabulkan permohonan doanya orang yang terdesak. Dan Dzat yang Maha Pengasih lagi Penyayang di dunia maupun akhirat. Engkaulah Sang Pengasih, maka kasihanilah aku agar senantiasa merasa cukup dari sesuatu selain-Mu.”
Dikisahkan, berkat mengamalkan doa ini, Sayyidah Aisyah yang memiliki utang kepada Asma’ dapat melunasinya. Rezeki Allah datang tanpa harus menunggu warisan atau pemberian dari siapa pun.
Doa Ketiga: Mengusir Cemas dan Tekanan Utang
Dalam kitab ad-Da’awât disebutkan kisah sahabat Abu Umamah. Suatu hari Rasulullah ﷺ melihatnya berada di masjid di luar waktu shalat dan bertanya perihal keadaannya. Abu Umamah menjawab bahwa ia diliputi kekhawatiran karena memiliki utang.
Rasulullah ﷺ lalu menawarkan sebuah doa yang dianjurkan dibaca pada pagi dan sore hari:
اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلهَمِّ وَاْلحَزَنِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلعَجْزِ وَاْلكَسَلِ وَاَعٌوْذُ بِكَ مِنَ اْلجُبْنِ وَاْلبُخْلِ وَاَعُوءذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan dan kesedihan, dari ketidakberdayaan dan rasa malas, dari ketakutan dan sifat kikir, serta dari diliputi hutang dan penindasan manusia.”
Setelah mengamalkan doa ini, Abu Umamah akhirnya mampu melunasi utang-utangnya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa doa bukan pengganti ikhtiar, tetapi penguat langkah dalam menghadapi kesulitan hidup.
Tiga doa ini tidak menjanjikan kekayaan instan, namun mengajarkan ketergantungan total kepada Allah, kejujuran dalam tanggung jawab, dan ketenangan dalam ikhtiar. Bagi mereka yang sedang berjuang melunasi utang, istiqamah mengamalkannya menjadi salah satu jalan untuk meraih kelapangan dan keberkahan rezeki.
Insya Allah, dengan kesungguhan doa dan usaha yang benar, jalan keluar akan terbuka. Wallahu a’lam.
