MADANINEWS.ID, Jakarta – Proyek Kampung Haji Indonesia di Makkah dan Madinah bukan sekadar gagasan biasa. Menteri Investasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa pembangunan kawasan ini dirancang berstandar world class dengan layanan jemaah haji yang terintegrasi.
Dalam program INFO A1 kumparan, Rosan membeberkan perjalanan panjang diplomasi dan perencanaan yang dilakukan demi mewujudkan proyek ini. Gagasan awal muncul dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) pada Mei 2025.
Perubahan Regulasi Jadi Kunci
Hasil pertemuan tersebut mendorong Arab Saudi mengubah undang-undang kepemilikan properti pada Juli 2025, memungkinkan institusi asing memiliki tanah di Makkah dan Madinah. Kebijakan ini akan berlaku efektif mulai Januari 2026.
Rosan menjelaskan, proses menuju tahap ini tidak instan. Ia bolak-balik ke Arab Saudi empat kali dalam enam bulan, disertai puluhan pertemuan daring dengan berbagai pihak untuk memastikan rencana sesuai visi otoritas setempat.
“Mereka bilang ke kita ini harus world class standard, ya. Bukan yang sembarangan. Mereka juga enggak mau,” ujar Rosan dikutip dari kumparan Senin (22/12).
Lokasi Strategis dan Proses Bidding
Indonesia mengikuti proses bidding yang dikelola Royal Commission of Mecca (RCMC). Penilaian tidak hanya berdasarkan harga, tetapi juga kualitas perencanaan, desain, dan kesesuaian visi pembangunan.
Dari delapan lokasi yang ditawarkan, Indonesia memilih kawasan Western Hindabiya, sekitar dua kilometer dari Masjidil Haram. Lokasi ini dipilih karena relatif datar dan minim hambatan, sehingga memungkinkan pembangunan lebih cepat.
Dari sekitar 90 bidder internasional, Indonesia kini masuk dalam dua besar kandidat terkuat. Keputusan akhir dari otoritas Arab Saudi diperkirakan akan diumumkan Desember 2025 atau Januari 2026.
Fokus Proyek
Kampung Haji Indonesia akan menghadirkan:
-
Akomodasi modern dan nyaman untuk jemaah
-
Fasilitas ibadah terintegrasi
-
Layanan kesehatan dan kuliner Indonesia
Proyek ini menjadi bukti keseriusan Indonesia untuk memberikan layanan terbaik bagi jemaah, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global.
