MADANINEWS.ID, MAKKAH – Presiden Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi meluncurkan program baru untuk meningkatkan layanan bimbingan bagi pengunjung wanita di Masjidil Haram. Inisiatif ini sejalan dengan arahan kepemimpinan Arab Saudi dan mendukung visi Saudi Vision 2030.
Dilansir dari kantor berita Saudi SPA pada Kamis (13/11) Program ini memadukan prinsip Syariah dengan praktik profesional, bertujuan meningkatkan kompetensi staf wanita presiden dalam bidang syariah, keterampilan profesional, dan nilai-nilai moral. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung wanita, sekaligus menegaskan misi presidensi dalam menyebarkan bimbingan secara global dan memberikan layanan prima bagi jamaah perempuan di Masjidil Haram.
Sebelumnya Badan Urusan Perempuan Masjidil Haram juga telah memperkenalkan program inovatif untuk meningkatkan pengalaman spiritual pengunjung dan peziarah perempuan di Tanah Suci.
Di bawah naungan Yang Mulia Sheikh Dr. Abdulrahman Al-Sudais, Presiden Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Badan Urusan Perempuan telah meluncurkan inisiatif “Suruj”.
Program ini akan memperkuat peran perempuan dalam melayani Masjidil Haram, sejalan dengan visi Kerajaan untuk memberdayakan perempuan dalam pekerjaan keagamaan dan sukarela.
Yang Mulia Dr. Aisha Al-Aqla, Pengawas Urusan Perempuan di Masjidil Haram, menekankan bahwa “Suruj” dirancang untuk menyediakan layanan sukarela yang luar biasa yang memperkaya pengalaman keimanan para pengunjung perempuan.
Inisiatif ini berfokus pada pemberian bimbingan, konseling agama, dan dukungan untuk memastikan kunjungan yang lancar dan membangkitkan semangat ke Masjidil Haram.
Dr. Al-Aqla menambahkan bahwa “Suruj” mencerminkan komitmen kepresidenan untuk memajukan advokasi dan karya ilmiah di dalam Masjidil Haram. Prakarsa ini memungkinkan para pengunjung perempuan untuk mengakses layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Tim “Suruj” terdiri dari sekelompok relawan perempuan yang berprestasi dengan pengalaman luas dalam pekerjaan keagamaan dan sukarela. Upaya mereka dipandu oleh Badan Urusan Agama Perempuan, yang bertujuan untuk mengembangkan program relawan yang berkelanjutan dan berdampak.
