MADANINEWS.ID, MAKKAH – Bagi para jamaah haji dan umrah yang sedang berada di Baitullah, ada kabar gembira! Masjidil Haram kini resmi meluncurkan program kajian ilmiah gratis yang dapat diikuti oleh siapa saja. Program ini akan dipandu oleh para ulama terkemuka, termasuk anggota Hai’ah Kibar al-‘Ulama, imam, dan pengajar dari Haramain, yang siap memberikan bimbingan mengenai fikih, akidah, dan manasik ibadah.
Kajian ilmiah ini diadakan sebagai bagian dari upaya untuk memperdalam pemahaman agama dan meningkatkan kualitas ibadah para jamaah. Dengan adanya program ini, Masjidil Haram tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat keilmuan Islam yang terbuka untuk semua umat Muslim.
Lokasi-lokasi Kajian Ilmiah di Masjidil Haram
Kajian ilmiah ini tersebar di berbagai titik strategis di dalam kompleks Masjidil Haram, memudahkan jemaah dari berbagai sudut untuk mengikutinya. Berikut adalah beberapa lokasi di mana kajian dapat diikuti:
-
Pelataran thawaf (ṣaḥn al-maṭāf): Kursi imam, arah pintu Ismail – ‘alaihissalām.
-
Lantai dasar: Dua kursi di hadapan pintu nomor 89 dan 90.
-
Lantai pertama: Kursi 9–14 di depan tangga dari pintu perluasan, serta di sekitar pintu 64, 74, 84, dan 91.
-
Perluasan utara: Samping pintu nomor 123.
-
Lantai atas: Kursi nomor 15, berhadapan langsung dengan tangga 91.
Program ini terbuka untuk seluruh jamaah—baik yang sedang melaksanakan haji atau umrah, maupun pengunjung harian Masjidil Haram. Pihak Riasah Haramain mengajak semua jemaah untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam ilmu agama dan meningkatkan kualitas ibadah mereka.
Peningkatan Pemahaman Agama
Dengan adanya program ini, diharapkan jamaah dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam mengenai ajaran Islam yang benar dan aplikatif. Kajian-kajian ini tidak hanya membantu dalam menjalankan ibadah dengan tepat, tetapi juga memberikan wawasan lebih luas tentang agama yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Masjidil Haram, selain menjadi pusat ibadah, kini juga menjadi pusat keilmuan yang terbuka bagi umat Islam di seluruh dunia.

