MADANINEWS.ID, Yogyakarta — Tak hanya dikenal lewat jaringan perguruan tinggi dan rumah sakitnya, Muhammadiyah kini mencatat sejarah baru sebagai organisasi Islam dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia.
Menurut laporan Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2M) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2024, terdapat 444 pesantren yang bernaung secara resmi di bawah Persyarikatan Muhammadiyah.
Ketua PP Muhammadiyah Kiai Saad Ibrahim menyebut capaian ini menegaskan posisi Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar dalam bidang pendidikan pesantren.
“Sebanyak 444 pesantren Muhammadiyah itu dimiliki secara resmi oleh Persyarikatan Muhammadiyah, bukan dimiliki oleh orang per orang,” ujarnya dikutip dari laman resmi PP Muhammadiyah Kamis (23/10)
Dari 127 ke 444 Pesantren dalam Satu Dekade
Pertumbuhan pesantren Muhammadiyah tergolong pesat. Tahun 2015, jumlahnya baru 127 pesantren yang tersebar di 15 provinsi. Hanya dalam waktu sembilan tahun, angka itu melonjak hampir tiga kali lipat menjadi 444 dan kini telah hadir di 27 provinsi.
Ketua LP2M PP Muhammadiyah Maskuri optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring kebutuhan kaderisasi ulama dan pembinaan generasi muda di lingkungan Muhammadiyah.
“Jumlah pesantren milik Persyarikatan akan terus bertambah, seiring dengan kebutuhan akan kaderisasi ulama di Muhammadiyah,” katanya.
Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta menjadi tonggak penting pengembangan pesantren di tubuh Persyarikatan. Forum tertinggi Muhammadiyah itu mengamanatkan agar seluruh pesantren diarahkan menjadi lembaga pendidikan berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan berwawasan Islam Berkemajuan.
Program tersebut melahirkan karakteristik pesantren Muhammadiyah yang holistik dan integratif, menghasilkan lulusan dengan etos pembelajar sepanjang hayat, berwawasan luas, dan inklusif.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy menuturkan, sejumlah pesantren Muhammadiyah kini mengalami lonjakan peminat yang luar biasa.
“Beberapa pesantren Muhammadiyah mengalami lonjakan peminat, bahkan sampai ada yang menolak karena keterbatasan ruang untuk belajar,” ungkap Muhadjir.
32 Pesantren Unggulan dan Rujukan Muhammadiyah
Sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan, LP2M PP Muhammadiyah menerbitkan buku Menuju Pesantrenmu Berkemajuan: Best Practice Pesantren Unggulan dan Rujukan pada 2022.
Dalam buku itu, tercantum 32 pesantren unggulan Muhammadiyah yang menjadi rujukan nasional.
Beberapa di antaranya antara lain:
-
Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta
-
Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah Yogyakarta
-
Darul Arqam Garut
-
Ponpes Karangasem Muhammadiyah Paciran
-
Pesantren Al Mujahidin Balikpapan
-
Pesantren Al Furqon Tasikmalaya
-
Imam Syuhodo Sukoharjo
-
MBS Yogyakarta
-
Pondok Modern Muhammadiyah Paciran
-
SPEAM (Sekolah Pesantren Entrepreneur Al Ma’un Muhammadiyah) Pasuruan
-
MBS Ki Bagus Hadikusumo Bogor
-
dan sejumlah pesantren lain seperti MBS Al Amin Bojonegoro, Ummul Mukminin Makassar, Trensains Sragen, hingga Aisyiyah Boarding School Bandung.
Seluruh pesantren unggulan itu mengusung nilai Islam Berkemajuan, dengan integrasi antara ilmu agama, sains, kewirausahaan, dan karakter sosial.
Pesantren Muhammadiyah: Dari Lokal ke Global
Pesantren Muhammadiyah kini tak hanya menjadi lembaga kaderisasi ulama, tapi juga pusat inovasi sosial dan ekonomi umat.
Banyak pesantren mengembangkan model pendidikan modern berbasis kewirausahaan dan teknologi digital, mengikuti tuntutan zaman tanpa meninggalkan ruh dakwah dan pengabdian.
Melihat tren pertumbuhan yang masif, tidak berlebihan jika Muhammadiyah disebut sebagai “jaringan pesantren modern terbesar di Indonesia” yang memadukan nilai klasik keislaman dengan semangat kemajuan.
