Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

BSI Siap Jadi Pemain Global: Dorong Inklusi Lewat Inovasi dan Transformasi Digital

Abi Abdul Jabbar Sidik
6 October 2025 | 12:00
rubrik: News, Nusantara
BSI Siap Jadi Pemain Global: Dorong Inklusi Lewat Inovasi dan Transformasi Digital

forum internasional BI–IILM–IFSB–IsDB Joint High-Level Seminar & Investor Forum. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan langkahnya menuju panggung keuangan global melalui inovasi digital dan penguatan ekosistem syariah.

Dalam forum internasional BI–IILM–IFSB–IsDB Joint High-Level Seminar & Investor Forum di Hotel Kempinski Jakarta, BSI memaparkan strategi transformasi digital untuk memperluas inklusi dan menjawab perubahan perilaku nasabah di era keuangan syariah modern.

Acara bergengsi bertema “Enhancing Resilience and Innovation in Liquidity Management for Islamic Financial Services Industry” ini dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, serta para pemimpin keuangan syariah dunia, termasuk Sekjen IFSB Ghiat Shabsigh.

BSI Lihat Peluang Besar, Tapi Tantangannya Tak Kecil

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan bahwa potensi industri keuangan syariah di Indonesia sangat besar, namun belum tergarap maksimal.

“Indonesia saat ini bukan hanya negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, tetapi juga menjadi kontributor terbesar kedua aset perbankan syariah di Asia-Pasifik, yakni 13%,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin (06/10).

Sayangnya, selama satu dekade terakhir, pangsa pasar perbankan syariah Indonesia masih di bawah 5%. Namun sejak berdirinya BSI pada 2021, angka itu mulai naik ke level 7–8% — menandakan kehadiran bank syariah besar mampu mendorong pertumbuhan industri secara signifikan.

Perilaku Nasabah Berubah, Digitalisasi Jadi Kunci

Anggoro menilai, perubahan gaya hidup masyarakat menjadi faktor penting. Riset menunjukkan kelompok nasabah “Universalist” dan “Rationalist” — yakni mereka yang memilih bank syariah karena keunggulan fungsional dan manfaat produk — meningkat dari 46,2% pada 2014 menjadi 59,1% pada 2024.

“Pergeseran ini adalah sinyal kuat bahwa nasabah kini menuntut layanan syariah yang kompetitif dan modern,” kata Anggoro.

BSI pun menjadikan digitalisasi sebagai tulang punggung strategi ekspansinya. Melalui aplikasi BYOND by BSI, nasabah bisa melakukan transaksi finansial, sosial, hingga spiritual.
Sementara layanan BEWIZE by BSI menjadi solusi cash management digital bagi nasabah korporasi.

“Digitalisasi adalah salah satu fokus perusahaan untuk memperluas inklusi keuangan syariah yang saat ini masih terpaut jauh dari hasil survei literasi produk dan keuangan syariah,” tegas Anggoro.

Dukungan dari Bank Indonesia: Inovasi Harus Jadi Nafas Baru

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam forum tersebut menegaskan bahwa inovasi merupakan kebutuhan mutlak bagi industri keuangan syariah yang berlandaskan nilai keimanan dan kesejahteraan sosial.

“Ekonomi syariah dan lembaga keuangan syariah memiliki tujuan mensejahterakan umat,” kata Perry.

Ia memaparkan lima tantangan besar bagi keuangan syariah di Indonesia:
1️⃣ Produk harus kompetitif dan menjawab kebutuhan pasar.
2️⃣ Pricing yang menggambarkan misi komersial sekaligus sosial.
3️⃣ Transaksi digital yang mudah diakses kapan pun, di mana pun.
4️⃣ Kolaborasi lintas lembaga dan pemerintah.
5️⃣ Likuiditas di pasar modal syariah.

See also  Demi Kemanusiaan, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Dari Sukuk hingga Wakaf, BSI Perkuat Posisi di Pasar Global

Selain memperkuat layanan digital, BSI juga aktif dalam inovasi instrumen keuangan syariah, terutama di pasar modal.
Anggoro menjelaskan, BSI berkomitmen mendukung likuiditas melalui sukuk berkelanjutan ESG senilai Rp8 triliun, yang bahkan oversubscribed lebih dari 100%.

“Bahwa BSI aktif dalam mendukung likuiditas di pasar modal syariah melalui sukuk. Selain aktif menerbitkan sukuk berkelanjutan ESG Rp8 triliun dan mendapat animo sangat baik subscribed lebih dari 100%, BSI juga menawarkan produk-produk investasi dalam bentuk sukuk kepada investor retail baik melalui pasar primer maupun sekunder,” ujarnya.

Tak hanya itu, BSI juga terlibat dalam wakaf-linked sukuk untuk pembiayaan program kemaslahatan umat. Melalui BYOND by BSI, investor ritel kini bisa berpartisipasi langsung dalam penerbitan sukuk pemerintah — sebuah langkah menuju demokratisasi investasi syariah.

Menuju Bank Syariah Berkelas Dunia

Sekjen IFSB, Ghiat Shabsigh, menegaskan bahwa industri keuangan syariah global kini bergerak menuju fase baru yang menuntut kreativitas dan inovasi lintas lembaga.

Sejalan dengan itu, Anggoro memastikan bahwa BSI siap menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional, memadukan nilai-nilai syariah, teknologi digital, dan prinsip keberlanjutan.

BSI juga menempatkan keamanan data, tata kelola (GCG), serta adopsi kecerdasan buatan (AI) sebagai fondasi utama agar tetap relevan di era digital global.

Dengan segala langkah strategis ini, BSI bukan hanya ingin memperkuat posisinya di dalam negeri — tetapi siap menjadi pemain utama dalam industri perbankan syariah dunia.

Tags: Bank Syariah indonesiaBSIinklusi keuangan syariahtransformasi digital bank bsi
Previous Post

Kabar Gembira! Semua Jenis Visa Kini Bisa untuk Umrah di Arab Saudi

Next Post

KPK Terima Pengembalian Uang Puluhan Miliar Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks