Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

BSI Dorong Industri Syariah Masuki Era Baru Keuangan Berkelanjutan

Abi Abdul Jabbar Sidik
2 October 2025 | 11:30
rubrik: News, Nusantara
Pacu Inklusi Keuangan Syariah, BSI Perkuat Ekosistem Ekonomi Islam

Bank Syariah Indonesia. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menegaskan komitmennya untuk berada di garda depan era baru keuangan berkelanjutan. Langkah itu diwujudkan dengan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam standar pelaporan global IFRS S1 dan S2 yang segera berlaku.

Komitmen tersebut diumumkan dalam acara Roundtable Discussion on ESG yang digelar BSI bersama Asbisindo, UNDP, dan UNEP FI. Forum ini mempertemukan regulator seperti OJK, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), hingga pimpinan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah untuk merumuskan strategi bersama menghadapi transisi global.

Kegiatan ini juga menjadi momentum lahirnya Kelompok Kerja (Working Group) Keberlanjutan di bawah Asbisindo, sebagai wadah permanen untuk koordinasi industri.

ESG Jadi Kebutuhan Strategis

Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menegaskan bahwa penerapan ESG di industri perbankan syariah sudah menjadi hal yang mendesak.

“Penerapan ESG kini menjadi penilaian utama bagi investor global, lembaga rating, nasabah. Seiring dengan rencana OJK menyempurnakan POJK 51/2017 dan adopsi standar IFRS S1 & S2, pelaporan keberlanjutan harus terintegrasi penuh ke dalam strategi bisnis dan manajemen risiko,” ujarnya.

Bob menyebut, perbankan syariah memiliki modal besar karena prinsip ESG sejalan dengan Maqashid Syariah—keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan. Namun, tantangannya ada pada aspek teknis: bagaimana menerjemahkan kontrak, struktur pembiayaan, dan prinsip etika syariah menjadi metrik yang terukur sesuai standar global.

“Bagi perbankan syariah, penerapan ESG sangat relevan karena nilai-nilainya sudah melekat dalam prinsip syariah. Tantangan kita adalah bagaimana mengubah nilai dasar itu menjadi sistem, kebijakan, dan metrik yang terukur agar diakui secara global. Prinsip syariah yang sejak awal menekankan pada keberlanjutan dan menghindari mudarat memberi kita modal yang kuat untuk memenuhi standar global ini dengan narasi yang khas,” tegas Bob.

See also  BSI Imbau Nasabah Tetap Waspada di Tengah Maraknya Penipuan Online

Forum Kolaborasi

Diskusi ESG ini dirancang sebagai ruang dialog kolaboratif, dengan fokus membedah persyaratan inti IFRS S1 (pengungkapan keberlanjutan) dan IFRS S2 (risiko iklim). Forum juga membahas tantangan praktis penerapannya di industri syariah, serta peluang kolaborasi untuk menyusun panduan teknis bagi seluruh bank syariah.

“Kami berharap, pembentukan Kelompok Kerja (Working Group) Keberlanjutan di bawah naungan Asbisindo menjadi platform permanen untuk berbagi wawasan, praktik terbaik, dan memberikan masukan konstruktif kepada regulator, memastikan perbankan syariah Indonesia tidak hanya siap, tetapi juga mampu memimpin dalam agenda keuangan berkelanjutan,” tutup Bob.

Tags: Bank Syariah indonesiabisnis berkelanjutanESG
Previous Post

Menuju Haji 2026, Saudi Perketat Sistem Akomodasi Jamaah

Next Post

Kabar Baik! Jemaah Haji Umrah Kini Bisa Buka Rekening Bank di Saudi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks