MADANINEWS.ID, MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi makin serius menertibkan keberadaan pembimbing ibadah (muthawwif) tak berizin di kawasan Masjidil Haram. Melalui Departemen Thawaf di bawah Presidensi Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, pengawasan ketat kini dilakukan langsung di lapangan.
Dalam pernyataan resminya yang disampaikan lewat akun X resmi @PRAGOVSA, pihak Presidensi menegaskan:
“Langkah ini diambil untuk memastikan mereka mematuhi seluruh arahan dan aturan yang telah ditetapkan, serta untuk mencegah pihak yang tidak memiliki izin berinteraksi dengan para pengunjung Baitullah.”
Pengawasan ini bukan sekadar prosedur administratif. Presidensi juga intens berkoordinasi dengan berbagai lembaga terkait untuk menyatukan layanan dan membangun sistem terpadu demi kenyamanan dan ketertiban para jemaah.
Tak hanya itu, upaya pembenahan juga dilakukan dalam aspek edukasi ibadah. Presidensi mengimbau para jemaah agar lebih fokus dan khusyuk saat menjalankan thawaf dan sa’i, serta memperbanyak dzikir.
“Para jemaah umrah agar memusatkan perhatian pada dzikir dan doa selama menunaikan ibadah,” bunyi imbauan tersebut.
Doa-doa yang berasal dari Al-Qur’an dan Sunnah disebut akan memperkaya sisi spiritual jemaah dan memperkuat keikhlasan beribadah di Tanah Suci.
Langkah tegas ini merupakan arahan langsung dari Kepala Presidensi Urusan Agama, Syaikh Prof. Dr. Abdurrahman As-Sudais. Ia menekankan bahwa lembaga ini tak sekadar mengatur layanan teknis, tapi juga bertanggung jawab sebagai pusat dakwah, penyuluhan syariat, dan bimbingan spiritual di Haramain.
Presidensi berharap seluruh jemaah bisa menjalani ibadah secara tertib, sesuai syariat, dan tanpa gangguan dari pihak-pihak yang tidak berwenang. Di sisi lain, para muthawwif resmi diminta untuk selalu bertindak profesional dan mematuhi aturan yang berlaku.
