Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Menteri PPN: Penguatan Industri Halal Bisa Kurangi Defisit Transaksi

Abi Abdul Jabbar Sidik
25 July 2018 | 11:44
rubrik: Ekonomi Syariah
Menteri PPN: Penguatan Industri Halal Bisa Kurangi Defisit Transaksi

Diskusi para pakar tentang Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia. (foto:ibadah)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menggelar pagi ini (25/07) menggelar High Level Discussion (Diskusi Tingkat Tinggi) bertajuk “Indonesia: Pusat Ekonomi Islam Dunia” di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat.

Diskusi ini menghadirkan para pakar dan tokoh nasional seperti  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Bappenas/Menteri PPN Bambang Brodjonegoro, Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin, Pakar Ekonomi Islam Adiwarman Karim, Katua Badan Amil Zakat Nasional Bambang Soedibyo, hingga Pakar Ekonomi dan Cendekiawan Emil Salim.

Mengawali diskusi, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menerangkan meski telah lama berkembang di Indonesia sejak adanya Bank Muammalat, namun nyatanya Keuangan Syariah indonesia masih jalan di tempat. Padahal, Indonesia salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

“Tapi yang selalu jadi perhatian kita kadang pertanyaan kenapa dengan jumlah penduduk muslim dianggap terbesar di dunia, islamic finance (pembiayaan syariah) seolah-olah jalan ditempat karena ada suatu peridoe sulit sekali aset perbankan syariah melewati 5% dari total aset perbankan,” kata Bambang.

Bambang menilai lambatnya perkembangan keuangan syariah ini disebabkan sektor riil yang terafilisasi belum berkembang dengan baik. Sebab itu, dalam diskusi ini pemerintah mengajak semua pemangku kepentingan untuk mencari jalan mendorong sektor keuangan serta sektor riil syariah.

“Kita harapkan diskusi meskipun menyinggung sektor keuangan tapi yang kami harapkan adalah untuk kemudian memberikan pandangan, complain, menyampaikan usulan supaya sektor riil syariah, halal industri bisa berkembang lebih pesat di Indonesia,” papar Bambang.

Menurutnya,  penguatan ekonomi syariah lewat industri halal bisa mengurangi current account defisit atau defisit transaksi berjalan. Menurut dia, jika defisit transaksi bisa dikurangi yang ujungnya bisa memperkuat nilai tukar rupiah.

See also  Rasio Wirausaha Indonesia di Angka 7 Persen Lebih

“Industri ini ngga main-main, kalau benar bisa menyumbang bagi trade ballance dan defisit transaksi,” imbuh Bambang. Salah satu caranya, lanjut Bambang, adalah melalui peningkatan ekspor produk dan jasa berbasis syariah.

Ia menambahkan pengembangan sektor pariwisata melalui halal tourism dan busana muslim berpotensi mengurangi defisit transaksi berjalan di atas.

“Busana kita, secara umum itu lebih banyak impor dibandingkan ekspor. Kalau neraca ini bisa diperbaiki tentu akan membantu trade balance dan mengurangi defisit,” ujar Bambang.

Karena itu, saat ini yang diperlukan untuk mendukung hal ini, diperlukan adanya pencarian pasar baru (market creation) dan juga pembuatan produk baru yang berstandar syariah. Jika dua hal ini sudah bisa dipetakan, Bappenas menyebutkan, harus didukung fasilitas atau insentif untuk ekspor.

Tags: bambang brodjonegoroindustri halalsektor riil syariah
Previous Post

OKI Kecam Rencana Lomba Karikatur Nabi Muhammad

Next Post

Saudi akan Bangun Pusat Produksi Makanan halal Terbesar di Dunia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks