Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Bangun Brand Koperasi, Kemenkop UKM Optimalkan Fungsi PPKL

Abi Abdul Jabbar Sidik
24 July 2018 | 20:24
rubrik: Indeks
Bangun Brand Koperasi, Kemenkop UKM Optimalkan Fungsi PPKL

Caption foto. PLT Asisten Deputi (Asdep) Penyuluhan Kemenkop dan UKM, Bagus Rachman Memberi Pengarahan dalam Acara Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas PPKL. (foto:Kemenkop UKM)

Share on FacebookShare on Twitter

IBADAH.ID, Bali – Masyarakat Indonesia masih banyak yang belum benar-benar memahami apa itu koperasi dan ruang lingkupnya. Banyak yang menganggap bahwa koperasi hanya berkaitan dengan urusan simpan pinjam saja. Padahal, lebih dari itu, koperasi merupakan wadah yang bisa menggerakan perekonomian masyarakat dan bahkan menjadi seokoguru perekonomian Indonesia.

“Kondisi ini menyebabkan image terhadap koperasi merosot, sehingga tak dipercaya,” kata Plt Asisten Deputi (Asdep) Penyuluhan Kemenkop dan UKM, Bagus Rachman, dalam paparannya pada acara Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL), Selasa (24/7).

Kondisi semakin diperburuk lagi dengan adanya ulah segelintir oknum yang mengatasnamakan koperasi dalam menarik dana masyarakat, tanpa kesadaran dan komitmen dari para anggota.

Untuk membangun kembali brand koperasi, ia mengungkap diperlukan PPKL yang memiliki komitmen, integritas, kemampuan dan semangat untuk hadir di tengah masyarakat dan gerakan Koperasi.

Sampai dengan 2017 sudah terekrut 1.035 PPKL yang tersebar di 33 Provinsi dan 273 Kabupaten/Kota. Keberadaan PPKL di beberapa lokasi akan membantu Dinas Koperasi dan UKM untuk kegiatan penyuluhan dan pemasyarakatan Koperasi.

Untuk mengoptimalkan peran PPKL sebagai ujung tombak diperlukan strategi yang dapat meningkatkan efektivitas kerja PPKL dengan output terukur agar memberi hasil signifikan.

Misalnya, PPKL tak hanya memberi penyuluhan, tapi juga aktivator sebagai enumerator, informator, mentor, penyemangat dan kolaborator.

“Optimalisasi kinerja PPKL ini akan menjadi dasar transformasi yang dapat membawa perubahan pada koperasi,” jelas Bagus.

Jadi koperasi yang didampingi PPKL dapat melihat potensi yang dimiliki, sehingga dapat dikembangkan dan dikerjasamakan dengan Koperasi lain.

Di sini lain, ia mengungkap para PPKL akan memiliki rekam jejak dari tiap koperasi dan memiliki kesempatan untuk membranding di berbagai media.

See also  Pemerintah Diminta Tata Sektor Pangan Dengan Badan Usaha Milik Rakyat

Aktivitas PPKL di semua lokasi akan tersimpan di database website ppkl.kemenkop.id. Sehingga profil koperasi yang didampingi dapat dibangun melalui website tersebut.

Para PPKL akan bekerja menggunakan smartphone yang dimiliki dan melakukan akses pelaporan melalui website. Selain melakukan input data, PPKL juga dapat mengirimkan artikel dan story telling pembinaan yang mereka lakukan, sehingga dapat menjadi benchmark bagi PPKL lainnya.

NILAI & PRINSIP

Sekretaris Deputi Bidang Kelembagaan, Drs. Bagyo Sudarsono, mengajak para PPKL memahami koperasi sesuai nilai dan prinsipnya.

Terutama bagaimana koperasi diperkuat secara kelembagaan, usaha dan keuangannya.

Dengan memperkuat positioning PPKL, ia berharap koperasi Indonesia dapat lebih maju dan berkembang dan memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi dan kesejahteraan anggota serta masyarakat.

DIBUTUHKAN

Ketua Forum PPKL, Dewo Gede Widnyanaputra, mengaku keberadaan petugas penyuluhan sangat dibutuhkan koperasi.

Bahkan tak sedikit para pengurus koperasi datang ke Dinas Koperasi dan UKM minta didampingi PPKL.

Ini terjadi karena banyak koperasi yang didampingi PPKL berkembang dengan baik.

Sebab PPKL tak hanya memberi penyuluhan saja. Tapi juga pendampingan terhadap koperasi. “Jadi kami juga membantu memecahkan berbagai masalah yang mereka hadapi,” jelas Dewo yang mengaku membina 213 koperasi wilayah Tambanan, Bali.

Tags: Koperasi IndonesiaPwnyuluh Koperasi
Previous Post

Kemenag-BAZNAS Luncurkan Kampung Zakat di Halmahera Timur

Next Post

Memahami Moderasi Agama

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks