MADANINEWS.ID, SURABAYA – Jamaah haji asal Lumajang, Jawa Timur, Tristy Erlinawati, belum dapat kembali ke Indonesia setelah melahirkan bayi prematur saat menjalankan ibadah haji di Makkah. Kepulangannya tertunda karena sang bayi masih dalam pemantauan intensif di rumah sakit.
“Jamaah haji yang melahirkan di Makkah belum mendapat izin kembali ke Tanah Air karena bayinya terlahir prematur, jadi masih dalam pemantauan rumah sakit,” ujar Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Muh. As’adul Anam, di Asrama Haji Surabaya, Senin (7/7/2025).
Tristy merupakan jamaah kloter 83 Embarkasi Surabaya dan seharusnya pulang pada Senin (7/7), namun harus menunda kepulangannya karena kondisi sang bayi.
Tristy melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Nu’aim di Rumah Sakit Bersalin Wiladah, Makkah. Bayi tersebut lahir dengan berat hanya 1,3 kg saat usia kandungan sekitar 7 bulan.
Sebelum berangkat ke Tanah Suci, usia kehamilan Tristy masih dalam batas aman untuk terbang, yakni 24–26 minggu. Beruntung, ia ditemani sang suami, Fachrizal Rachmad, yang juga tergabung dalam kloter yang sama.
103 Jamaah Haji Wafat, 88 Persen Sudah Tiba di Surabaya
Dalam kesempatan yang sama, Anam juga menyampaikan perkembangan pemulangan jamaah haji Embarkasi Surabaya. Hingga Senin sore, tercatat 103 jamaah wafat selama musim haji 2025.
“Dengan rincian, 4 jamaah wafat di Embarkasi, 5 di pesawat (2 saat berangkat, 3 saat pulang), 90 wafat di Arab Saudi, dan 4 wafat saat Debarkasi,” jelasnya.
Sementara itu, jumlah jamaah yang telah kembali dan tiba di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya telah mencapai 32.230 orang dari total 36.815 jamaah yang diberangkatkan, atau sekitar 88 persen, tersebar dalam 85 kloter.
“Hingga sore hari ini sudah 32.230 jamaah haji yang tiba,” pungkas Anam.
