MADANINEWS.ID, Madinah – Kota Madinah mencatat lonjakan signifikan dalam sektor pariwisata. Jumlah pengunjung ke kota suci ini mencapai 18 juta orang pada tahun 2024, meningkat 18,7 persen dalam tiga tahun terakhir. Angka ini naik dari 14,1 juta pada 2023 dan 8,2 juta pada 2022, menurut laporan resmi yang dirilis Kamar Dagang Madinah, Rabu (19/6/2025).
Lonjakan ini tak hanya mencerminkan antusiasme umat Muslim dari seluruh dunia, tetapi juga menjadi indikator kuat pertumbuhan ekonomi di wilayah Hijaz tersebut.
“Sektor pariwisata Madinah kini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi lokal,” demikian bunyi laporan tersebut.
Akomodasi, Travel, dan Tur Makin Bergeliat
Kegiatan yang terkait dengan akomodasi, agen perjalanan, dan operasi tur mengalami peningkatan signifikan sejalan dengan lonjakan pengunjung. Laporan menekankan bahwa pariwisata telah memberikan kontribusi langsung terhadap produk domestik bruto (PDB), melalui pengeluaran untuk hotel, transportasi, belanja, dan layanan penunjang lainnya.
Tak hanya menciptakan peluang kerja, pariwisata juga berperan dalam mendukung diversifikasi ekonomi jangka panjang Arab Saudi.
400 Situs Sejarah dan Religi Jadi Daya Tarik
Madinah disebut memiliki lebih dari 400 tempat bersejarah, keagamaan, dan budaya yang menjadi magnet utama bagi para pelancong spiritual. Beberapa di antaranya:
-
Masjid Nabawi, pusat utama ibadah dan ziarah
-
Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan masjid-masjid bersejarah lainnya
-
Museum dan pameran tematik, yang terus berkembang
-
Situs arkeologi seperti lembah, sumur, dan area peninggalan yang kini telah dipugar dan dibuka untuk umum
Kombinasi antara nilai spiritual, sejarah Islam, dan destinasi modern membuat Madinah terus menjadi tujuan utama ziarah dan wisata edukatif di dunia Islam.
