Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Layanan Haji Indonesia 2025 dalam Angka: Dari Hotel hingga Kartu Nusuk

Abi Abdul Jabbar Sidik
4 June 2025 | 09:00
rubrik: Haji & Umrah, Mancanegara, News
Lewat Teknologi Ini, Masjidil Haram Bisa Pantau Jumlah Jemaah Secara Real Time

Kepadatan jemaah di area Mataf Ka'bah, Masjidil Haram. (foto:Kementerian Haji Umrah Arab Saudi)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, Makkah – Fase kedatangan jemaah haji Indonesia 1446 H/2025 M resmi berakhir pada 1 Juni 2025. Momen ini ditandai dengan tibanya jemaah dari Kloter 62 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 62) dan Kloter 61 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 61) di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, menyampaikan bahwa sejak 2 Mei hingga 1 Juni 2025, sebanyak 203.152 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci dalam 525 kloter.

“Alhamdulillah, fase kedatangan jemaah sudah selesai. Saat ini tercatat ada 203.152 jemaah yang diberangkatkan ke Arab Saudi dalam 525 kloter dalam sekitar sebulan masa pemberangkatan,” ujar Muchlis di Makkah, Selasa (3/6/2025).

“Seluruh jemaah kini bersiap untuk menjalani fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” sambungnya.

Jelang Armuzna, Skema Pergerakan Jemaah Disiapkan

Muchlis menjelaskan, pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah akan dimulai pada 4 Juni 2025. Wukuf di Arafah akan berlangsung Kamis, 5 Juni 2025. Setelah itu, jemaah bergerak ke Muzdalifah dan Mina melalui dua skema.

Pertama, sekitar 59 ribu jemaah akan mengikuti program Murur, yakni melintasi Muzdalifah tanpa turun dari bus setelah Magrib 10 Zulhijjah, langsung menuju Mina. Kedua, jemaah lainnya akan turun di Muzdalifah, lalu bergerak bertahap ke Mina setelah tengah malam.

Jemaah nafar awal akan meninggalkan Mina pada 12 Zulhijjah sebelum matahari terbenam, sedangkan nafar tsani akan kembali ke Makkah pada 13 Zulhijjah. Setelah prosesi Mina selesai, jemaah akan memusatkan ibadah di Masjidil Haram untuk Thawaf Ifadah.

“Alhamdulillah pelayanan pada tahap kedatangan berjalan dengan lancar. Memang ada sejumlah tantangan dan itu secara bertahap dapat terselesaikan. Dan saya optimis, insya Allah, proses puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina akan berjalan lancar,” harap Muchlis.

See also  Alasan Bir Ali Menjadi Tempat Miqat bagi Jemaah Haji Indonesia

“Seluruh jemaah haji Indonesia, secara bertahap akan diberangkatkan menuju Arafah pada 4 Juni 2025. Kita berdoa semoga proses puncak haji lancar dan seluruh jemaah haji Indonesia meraih haji mabrur. Saya juga nitip kepada seluruh jemaah untuk mendoakan kesejahteraan dan keberkahan bagi Indonesia,” lanjutnya.

Fakta Angka Fase Kedatangan Jemaah Haji Indonesia

Berikut rangkuman data layanan fase kedatangan jemaah:

  1. Total jemaah: 203.152 orang dalam 525 kloter, diterbangkan oleh tiga maskapai:

    • Garuda Indonesia: 90.215 jemaah / 247 kloter

    • Lion Air: 11.714 jemaah / 28 kloter

    • Saudia Airlines: 101.223 jemaah / 250 kloter

  2. Ketepatan waktu penerbangan (OTP) sangat baik:

    • Lion Air: 100%

    • Garuda: 96%

    • Saudia: 96%

    • Rata-rata nasional: 96,6%

  3. Hotel jemaah: 307 hotel di Makkah (212 hotel) dan Madinah (95 hotel). Penempatan berbasis syarikah, bukan kloter.

  4. Konsumsi: Lebih dari 10 juta boks makanan dibagikan:

    • Madinah: ±2,6 juta boks

    • Makkah: >8 juta boks

  5. Transportasi: 6.616 bus shalawat beroperasi 24 jam antar hotel ke Masjidil Haram.

  6. Layanan kesehatan:

    • Di kloter: 104.462 jemaah

    • Di KKHI: 905 jemaah

    • Di RS Arab Saudi:

      • Makkah: 138 jemaah

      • Jeddah: 6 jemaah

      • Madinah: 4 jemaah

  7. Pembayaran Dam:

    • Melalui BAZNAS: 7.902 jemaah/petugas

    • Nilai: ±Rp19 miliar

    • Edukasi pembayaran juga dilakukan via Adohi (sesuai anjuran Pemerintah Saudi)

  8. Bimbingan manasik:

    • Visitasi dan edukasi dilakukan pada 98% kloter

    • 150 jemaah dirawat di RSAS Makkah mendapat bimbingan ibadah

  9. Distribusi Kartu Nusuk:

    • Sudah diterima oleh 99% jemaah

    • Akselerasi masih dilakukan agar 100% jemaah memilikinya

  10. Jemaah wafat:

  • Total 134 jemaah reguler wafat

  • Seluruhnya akan dibadalhajikan saat fase puncak haji

Tags: fase kedatangan jemaah hajifasilitas hajihaji 2025jemaah haji indonesiaPuncak Haji
Previous Post

Arab Saudi Gratiskan Internet Cepat untuk Jemaah Haji, WiFi Tersedia di Semua Lokasi Suci

Next Post

Jelang Puncak Haji 2025, Mekkah Perluas Trotoar dan Tambah 60 Ribu Tempat Salat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks