Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Teladan Rasulullah Ketika Menghadapi Para ‘Haters’

Abi Abdul Jabbar Sidik
5 February 2025 | 14:34
rubrik: Hikmah, Islamika
Teladan Rasulullah Ketika Menghadapi Para ‘Haters’

Kaligrafi Muhammad Rasulullah. (foto:ist/dok)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Selama masa hidupnya, terlebih saat melakukan dakwah. Tak jarang Rasulullah mendapatkan cemohoan, hinaan, dan bullyan dari kaum kafir dan musyrik Mekkah. Lantas apa yang dilakukan Rasul menerima hinaan dari pembencinya? Inilaha penjelasan cara Rasulullah Menghadapi orang yang membencinya.

Selama menjalani kehidupan, tidak selalu jalan mulus yang dihadapi. Begitu juga dalam bersosialisasi antar sesama manusia. Pada dasarnya, setiap manusia memiliki cara pandang, pola pikir, sikap dan perasa yang berbeda. Allah sendiri di dalam Al-Quran menyatakan jika manusia di dunia ini beragam.

Sehingga, isi kepala dan hati yang berbeda kerap kali menuai pertikaian. Terkadang kesalahpahaman juga dapat menyulut kebencian. Lantas bagaimana sebaiknya kita bersikap? Apakah membalas kebencian yang diberikan orang lain, atau berusaha untuk melupakan dan membiarkannya.

Cara Rasulullah Menghadapi Orang yang Membencinya

Jika bingung, mungkin perilaku Rasulullah Saw bisa dijadikan pembelajaran sekaligus diteladani. Tentunya hampir seluruh muslimin dan muslimat telah mengetahui betapa halus dan tingginya budi pekerti nabi Muhammad Saw.

Bukan rahasia lagi jika Beliau adalah sosok yang sangat penyabar dan jauh dari segala penyakit hati seperti dendam. Segala perlakuan buruk yang diberikan oleh orang-orang, tidak sekali pun dibalas dengan kebencian pula oleh Rasulullah.

Justru, beberapa kali Rasul memberikan berkat pada orang yang mencaci maki dirinya. Tidak jarang pula ia memberikan bantuan setelah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan.

Maka tidak heran jika di dalam Al-Quran terdapat anjuran umat manusia untuk mengikuti segala jejak perilaku Rasulullah. Salah satunya terdapat di dalam Q.S Al-Ahzab ayat 21:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” 

Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi dalam An-Nafahat Al-Makiyyah mengungkapkan jika ayah di atas contoh atau suri teladan bagi kaum muslimin adalah Rasulullah.

See also  Khutbah Jum'at: Menghidupkan Kembali Nilai Persaudaraan Manusia

Ada banyak hal yang perlu dicontoh dari beliau. Di antaranya seperti selalu bersungguh-sungguh dalam mengerjakan apa pun. Berpegang pada segala aturan dan larangan Allah. Begitu juga dengan segala sikap dan tingkah laku Rasul.

Budi pekerti Rasulullah yang begitu luhur ini pun termasyhur sepanjang masa. Salah satunya seperti yang terdapat di dalam Sirah Nabawiyah. Pada zaman itu, seorang perempuan tua berjalan melintasi gurun pasir.

Nenek tersebut membawa bawaan yang cukup berat. Ia berusaha membawanya sekuat tenaga karena tidak ada seorangpun yang bisa diharapkan untuk membantunya. Namun tampak jelas bahwa nenek tersebut kesulitan dan merasa kelelahan.

Hingga seorang laki-laki datang menghampiri nenek tersebut dan menawarkan bantuan. Dengan senang hati, nenek tersebut menerima bantuan dari laki-laki tersebut. Beban pun akhirnya dibawa oleh laki-laki tersebut, dan keduanya lalu berjalan bersama.

Sepanjang perjalanan, nenek tua tersebut gemar berbicara dan menceritakan sosok laki-laki yang teramat dibencinya, yaitu nabi Muhammad. Pada orang yang membantu barang bawaannya itu, sang nenek mengungkapkan alasan kenapa begitu membenci Rasulullah.

“Satu permintaanku padamu anak muda. Jangan pernah mengikuti jalan Muhammad. Ia telah memecah belah orang dengan mengatakan jika Tuhan itu esa. Merusak manusia dan memutarbalikkan kebenaran. Jangan sekali-kali mendengarkan dia,” tegasnya.

Tidak sekalipun laki-laki tersebut menyela dan menghentikan langkahnya. Dengan seksama terus mendengarkan sang nenek bercerita memburuk-burukkan Rasulullah. Bahkan ketika tiba di tempat tujuan, perempuan tua itu masih mengingatkan laki-laki tadi untuk menjauhi Nabi Muhammad.

Ketika telah sampai di tujuan, tiada henti-hentinya perempuan tua tersebut mengucapkan rasa terima kasih. Setelah memberikan ‘nasihat’ tadi, ia pun bertanya siapa gerangan nama laki-laki yang telah menolongnya itu.

See also  Merasa Kesepian? Baca Doa dan Zikir Ini Agar Hati Tenang

“Muhammad,” jawab laki-laki tersebut. Tidak percaya dengan pendengarannya, perempuan itu kembali mengeluarkan pertanyaan yang sama. Dan jawaban tersebut tetap sama.

Sempat terdiam dan terpaku menatap Rasul, nenek tersebut pun menyebutkan dua kalimat syahadat saat itu juga. Kesabaran Rasulullah telah meluluhkan kebencian dari nenek tersebut.

Dari kisah singkat ini kita bisa mengambil hikmah. Inilah yang cara Rasulullah menghadapi orang yang membencinya. Dari Nabi kita belajar, tidak perlu membalas kebencian dengan amarah. Karena suatu kebencian, ketika dibalas dengan hati yang lapang dapat berbuah kebaikan.

Itulah cara mulia Rasulullah menghadapi orang yang membencinya. Semoga suri teladan Nabi yang mulia kita bisa mengikutinya.

Tags: akhlak rasulullahteladan rasulullah
Previous Post

Orang Kaya Ikut Ambil Subsidi, Begini Hukumnya dalam Islam!

Next Post

Hadiri Puncak Harlah NU ke-102, Menag: NU Pilar Utama Jaga Persatuan dan Keharmonisan Bangsa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks