Madaninews.id
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks
No Result
View All Result
Madaninews.id
No Result
View All Result

Menag: Wakaf Produktif Solusi Entaskan Kemiskinan

Abi Abdul Jabbar Sidik
28 March 2024 | 08:44
rubrik: News, Nusantara
Menag: Wakaf Produktif Solusi Entaskan Kemiskinan

Pembukaan Gebyar Wakaf Ramadan 2024 Badan Wakaf Indonesia (BWI). (foto:dok BWI)

Share on FacebookShare on Twitter

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membuka resmi Gebyar Wakaf Ramadan 2024 Badan Wakaf Indonesia (BWI). Pembukaan gebyar wakaf dilakukan bersama dengan Ketua Badan Pelaksana BWI Muhammad Nuh, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Direktur DESK Bank Indonesia Imam Hartono dan Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan Dwi Irianty di Jakarta.

Menag dalam kesempatan tersebut mengapresiasi BWI yang terus mendorong berkembangnya wakaf produktif. Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menurut Gus Men juga bagian dari wakaf produktif.

“Wakaf yang sudah diajarkan sejak Rasulullah, kalau ada orang yang masih bertanya wakaf produkfif, Nabi sudah mencontohkan bagaiman berwakaf secara produktif,” terang Gus Men sapaan akrab Menag, Rabu (27/03/2024).

Menag menyampaikan kisah saat sahabat Umar bin Khattab ingin menyedekahkan tanahnya di wilayah Khaibar, namun Rasulullah menganjurkan agar tanah tersebut diwakafkan sehingga tanah itu bisa berproduksi dan hasil yang diperoleh dari tanah itu dapat digunakan atau bermanfaat bagi warga sekitar.

“Itulah Nabi pernah mencontohkan ketika sahabat Umar ingin menyedekahkan tanahnya tapi kemudian dicegah dan dianjurkan tanah tersebut diwakafkan. Ini yang kemudian dikembangkan oleh BWI,” ujar Gus Men.

“Kita tahu, saat ini potensi wakaf mencapai 180 trilun sekarang. Saat ini setiap tahun baru mencapai 1,8 triliun, jumlah meski masih jauh namun ini namun bisa terus dikembangkan dan dikelola menjadi wakaf produktif,” lanjutnya.

“Maka kita bisa membayangkan wakaf bisa menjadi bagian dari kontribusi pengentasan kemiskinan di Indonesia, hal yang tidak mungkin dan mustahil yang bisa dilakukan. Terlebih warga bangsa ini mayoritas umat Islam, tinggal bagaimana literasi tentang wakaf produktif ini terus ditingkatkan pada umat Islam di negeri ini,” ungkap Gus Men.

See also  GP Ansor Dianggap Sesat, Legislator Desak Duta Besar Arab Saudi Minta Maaf

Selain itu, kata Gus Men, adalah kontribusi pemerintah juga penting, apa yang pemerintah bisa lakukan terhadap pengembangan wakaf. Gus Men menjelaskan, di Kemenag wakaf menjadi bagian tugas fungsi Kemenag, tahun 2022 Kemenag menandatangani MoU dengan Menteri ATR/BPN untuk melakukan sertifikasi tanah wakaf.

Tags: Badan Wakaf IndonesiaWakafwakaf produktif
Previous Post

Mulai Akhir Juli 2024, Calon Pengantin Wajib Ikut Bimbingan Perkawinan

Next Post

OIKN Jalin Sinergi dengan BSI, Sediakan Layanan Perbankan Syariah di IKN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Madaninews.id - Ekonomi Syariah, Gaya Hidup Islami, Komunitas | All Rights Reserved

  • Home
  • News
  • Ekonomi Syariah
  • Gaya Hidup
  • Khazanah Islam
  • Haji & Umrah
  • Islamika
  • IPEMI
  • Indeks