IBADAH.ID, Jakarta – Amerika Serikat sebagai negara terbesar ketiga di dunia dan jumlah penduduk terbanyak ketiga di dunia akan segera memiliki pesantren pertama. Pendirian pesantren tersebut dirintis oleh seorang mubaligh asal Indonesia kelahiran Kajang, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Imam Shamsi Ali, yang sejak tahun 1997 berdomisili di New York, AS.
Di New York, Imam Shamsi Ali dikenal sebagai juru dakwah/mubalig sekaligus sebagai Presiden Nusantara Foundation. Melalui lembaganya, Imam Shamsi Ali merintis pendirian pesantren bernama Pondok Nusantara Madani USA yang akan menjadi pesantren pertama di Bumi Amerika
Imam Shamsi, sebelumnya mengaku telah menandatangani kontrak pembelian tanah pada November 2017 lalu. Biaya tanah dan karya sederhana diperkirakan mencapai US $ 1 juta atau setara Rp 13,5 miliar.
Dia memutuskan untuk membangun sebuah sekolah asrama pesantren Islam di Amerika Serikat serta ingin pesantren itu menjadi pusat pengembangan Islam dengan karakter Nusantara.
“Alhamdulillah, dengan izin dan Ridho Allah jua proses pembangunan pondok pesantren di Amerika terus berlanjut. Pembersihan lahan, renovasi gedung, dan juga perubuhan (demolishing) gedung-gedung yang tak layak pakai terus berlanjut,” kata Imam Shamsi Ali n kepada wartawan, Selasa (17/07).
“Kami ingin membangun citra Islam yang damai, lembut, bersahabat dan mengedepankan dialog dan kerjasama,” lanjutnya.
Shamsi menuturkan saat ini pihaknya juga tengah mengurus proses perizinan untuk pemakaian lokasi sebagai pusat komunitas (community center). Ia juga sedang mengupayakan untuk menyempurnakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan.
“Fasilitas itu antara lain ruang-ruang kelas, asrama, dapur umum, dan tentunya sebuah masjid,” papar Shamsi.
Ia berharap semoga dalam masa dua atau tiga tahun dana untuk pengadaan fasilitas itu telah terkumpul sehingga dapat dilakukan pembangunan secara bertahap.
“Harapannya, tiga tahun dari sekarang pondok pesantren Nur Inka Nusantara Madani segera beroperasi secara penuh,” katanya.
Shamsi mengungkapkan salah satu alasan mengapa ia ingin mendirikan pesantren di Amerika karena pusat pendidikan agama Islam di Amerika Serikat lebih dalam bentuk versi Pakistan atau Timur Tengah, karena sebagian besar didirikan oleh masyarakat dari wilayah tersebut. Karena itu, Imam Shamsi juga menilai pesantren yang dibangunnya akan menjadi kontribusi Indonesia terhadap dunia.
Perkembangan pesantren juga sedang dilakukan saat umat Islam di Amerika menghadapi fenomena Islamofobia. Oleh karena itu, asrama Islam juga akan menjalin hubungan antara agama “salah satu kegiatan utamanya” dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
Shamsi berharap doa dan dukungan semua pihak, tidak terkecuali muslim di Indonesia. Umat Islam bisa turut berpartisipasi mengambil bagian dari perjalanan sejarah pembangunan pesantren ini, Yakni dengan menyumbang pembangunan pondok pesantren di AS ini dengan melihat website pesantren Nusantara Madani, https://nusantaraboardingschool.com. Klik “Support ponpes” dan donasikan yang terbaik.
