MADANINEWS.ID, MATARAM – Berdasarkan data Kementerian Agama Kota Mataram, jumlah masyarakat yang membatalkan keberangkatan dan menarik nomor porsi haji yaitu rata-rata mencapai 30 orang per bulan. Beragam alasan mulai dari faktor ekonomi setelah terjadi Covid 19 hingga menginginkan untuk biaya umrah.
“Penarikan ini dengan berbagai alasan masyarakat salah satunya ekonomi hingga lelah menunggu jadwal keberangkatan. Rata rata setiap bulan puluhan orang yang menarik Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih),”ungkap Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, Kasmi Selasa (30/1/2024).
Namun demikian sambung Kasmi bahwa yang melakukan pendaftaran haji setiap bulannya diatas ratusan orang sehingga menurutnya kendati tidak di larang untuk menarik porsi haji namun pihaknya cukup menyanyangkan.
“Cukup disayangkan, tapi kalau mendengar alasan nya misal karena faktor ekonomi yang beberapa mengatakan kepada kami dengan terpaksa untuk menarik dana hajinya dari pada banyak mudarotnya ketimbang manfaatnya jadi kami tetap upayakan untuk membantu dalam penarikan dana Bapihnya,”jelasnya.
Pandemi Covid-19 yang terjadi sambung Kasmi sangat berdampak pada ekonomi masyarakat. Sehingga masyarakat terpaksa untuk menarik uang pendaftarannya, Setelah dilakukan penarikan dana pendaftaran haji maka akan diganti dengan nomor antrean selanjutnya.
“Jika daftar kembali maka akan mendapatkan nomor porsi baru.Misalnya sekarang sudah batal ini dan bulan depan daftar lagi, boleh tapi akan menunggu 37 tahun untuk di Kota Mataram,”jelasnya.
