MADANINEWS.ID, JAKARTA — Ada banyak macam shalat Sunnah di dalam Islam. Di antaranya adalah shalat sunnah rawatib, yaitu shalat sunnah yang dikerjakan setelah shalat wajib, atau sebelum shalat wajib. Shalat rawatib yang dilakukan sebelum shalat wajib sering juga disebut qabliyyah, sementara shalat sunnah yang dilakukan setelah shalat wajib disebut ba’diyyah.
Syeikh Abu Syuja’ dalam Matan Taqrib menjelaskan:
والسنن التابعة للفرائض سبعة عشر ركعة: ركعتا الفجر، وأربع قبل الظهر وركعتان بعده، وأربع قبل العصر، وركعتان بعد المغرب، ثلاثة بعد العشاء يوتر بواحدة منهن
“Sunnah yang mengiri shalat fardhu ada 17 rakaat: dua rakaat sebelum shubuh, empat rakaat sebelum dzuhur dan dua rakaat setelahnya, empat rakaat sebelum ashar, dua rakaat setelah maghrib, dan tiga rakaat setelah isya dengan sekaligus witir satu rakaat”
Dari penjelasan di atas, yang tidak termasuk shalat sunnah hanyalah shalat setelah shubuh dan setelah ashar, karena itu termasuk waktu yang dilarang shalat. Sementara shalat sunnah sebelum maghrib, meskipun tidak dimasukan dalam penjelasan di atas, tetap disunnahkan berdasarkan hadis Bukhari-Muslim.
كُنَّا بِالْمَدِينَةِ فَإِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ لِصَلاَةِ الْمَغْرِبِ ابْتَدَرُوا السَّوَارِىَ فَيَرْكَعُونَ رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ الْغَرِيبَ لَيَدْخُلُ الْمَسْجِدَ فَيَحْسِبُ أَنَّ الصَّلاَةَ قَدْ صُلِّيَتْ مِنْ كَثْرَةِ مَنْ يُصَلِّيهِمَا
“Dulu ketika kami berada di Madinah, di saat muadzin mengumandangkan adzan Maghrib, mereka langsung saling berlomba untuk melakukan shalat dua rakaat dan dua rakaat. Bahkan kalau ada orang asing masuk masjid, mereka akan menyangka bahwa shalat Maghrib sudah dilaksanakan saking banyaknya orang yang melakukan shalat dua rakaat tersebut” (HR: Muslim)
Kemudian yang disunnahkan juga, berdasarkan penjelasan Syeikh Abu Syuja’, adalah shalat sunnah sebelum Ashar. Dalam hadis riwayat al-Tirmidzi, orang yang mengerjakan shalat sunnah sebelum ashar akan dirahmati Allah SWT.
Rasulullah SAW mengatakan:
رحم الله امرءا صلى قبل العصر أربعا
“Allah SWT merahmati orang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar” (HR: al-Tirmidzi)
Shalat empat rakaat maksudnya di sini adalah pengerjaannya dua rakaat dua rakaat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam riwayat lain:
كان النبي صلى الله عليه وسلم يصلى قبل العصر أربع ركعات يفصل بينهن بالتسليم
“Nabi SAW shalat empat rakaat sebelum Ashar dengan dua salam (dua rakaat dua rakaat)” (HR: al-Tirmidzi)
Berdasarkan kedua hadis ini, shalat sunnah empat rakaat sebelum ashar termasuk bagian dari kesunnahan. Bahkan, orang yang mengerjakannya akan dirahmati Allah SWT.
Keutamaan sholat sunnah rawatib
Sholat sunnah rawatib menjadi ibadah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Berikut lima keutamaan sholat sunnah rawatib:
1. Dijauhkan dari api neraka
Dalam sebuah hadits riwayat At Tirmidzi dan Imam Ahmad, disebutkan bahwa mengerjakan sholat sunnah rawatib sebelum dan sesudah sholat dzuhur akan dihindarkan dari api neraka.
مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan dengan rutin empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkan api neraka baginya,” (HR. At Tirmidzi dan Ahmad).
2. Derajatnya diangkat Allah
Dikutip dari buku Panduan Sholat Rasulullah oleh Imam Abu Wafa, Nabi Muhammad SAW pernah berpesan kepada salah seorang budak yang dibebaskan beliau yang bernama Tsauban. Dalam pesan tersebut beliau mengatakan bahwa orang yang memperbanyak sujud akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Sebagaimana sabdanya dalam sebuah hadits berikut:
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
Artinya: “Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu.” Lalu Ma’dan berkata, “Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.” (HR Muslim).
3. Lebih baik dari dunia dan seisinya
Pahala orang yang mengerjakan sholat sunnah rawatib disebut lebih baik daripada dunia dan seisinya. Keutamaan ini disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim. Hadits ini menerangkan tentang keutamaan orang yang mendirikan sholat sunnah rawatib subuh atau qobliyah subuh.
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
Artinya: “Dua raka’at fajar (salat sunah qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim).
4. Amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah
Keutamaan sholat sunnah rawatib selanjutnya adalah mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Disebutkan dalam sebuah riwayat Bukhari bahwa Rasulullah SAW tidak meninggalkan sholat sunnah rawatib dzuhur dan subuh.
عن عائشةَ رضِيَ اللَّه عنْهَا ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ لا يدَعُ أَرْبعاً قَبْلَ الظُّهْرِ ، ورَكْعَتَيْنِ قبْلَ الغَدَاةِ . رواه البخاري .
Artinya: “Dari Aisyah radhiallahu ‘anha bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasalam itu tidak meninggalkan shalat sunnah empat rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat sebelum Subuh.” (HR Bukhari).
5. Dibangunkan Rumah di Surga
Keutamaan sholat sunnah rawatib lainnya adalah akan dibangunkan rumah di surga. Hal ini merujuk pada hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
Artinya: “Jika seorang hamba Allah SWT sholat demi allah SWT 12 raka’at (sunah) setiap hari, sebelum dan setelah sholat wajib, maka Allah SWT akan membangunkannya sebuah rumah di surga atau rumah akan dibangun untuknya di surga. Aku tidak pernah absen melakukannya, sejak mendengarnya dari Rasulullah SAW.” (HR Muslim).
